Nasional – Pasti banyak yang bertanya provinsi mana di Indonesia yang paling kaya. Menjawab pertanyaan ini tidak hanya bisa dilihat dari berapa banyak pengusaha yang tinggal di suatu provinsi. Atau berapa banyak lahan pertanian yang dimiliki suatu provinsi.
Kategori provinsi kaya akan dikaitkan dengan kondisi pertumbuhan ekonominya. Sedangkan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu provinsi menggunakan indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Untuk diketahui PDRB merupakan nilai total seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Data PDRB ini biasanya mencerminkan tingkat produksi, distribusi, dan konsumsi di wilayah tersebut.
Dengan demikian, jika nilai PDRB suatu daerah tinggi maka semakin makmur penduduknya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) berikut ini daftar provinsi di Indonesia yang masuk dalam kategori provinsi kaya.
1. DKI Jakarta – PDRB: Rp344,3 juta
Nilai PDRB di Jakarta mencapai Rp 344,3 juta. Dengan jumlah tersebut menjadikan Jakarta sebagai provinsi paling kaya di Indonesia.
Dalam data BPS dijelaskan sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan kontribusi besar bagi PDRB DKI Jakarta tahun 2024 yang jumlahnya mencapai 18,01 persen.
Selanjutnya ada beberapa lapangan usaha lain yang turut memberikan kontribusi untuk PDRB Jakarta, seperti industri pengolahan (11,49 persen), jasa keuangan (11,09 persen), konstruksi (10,91 persen), dan informasi dan komunikasi (9,31 persen).
2. Kalimantan Timur – PDRB: Rp212,2 juta
Tahun 2024, kondisi ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur mendapat catatan yang positif. Salah satu penyebabnya karena meningkatnya belanja pemerintah, terutama dalam bidang konstruksi.
Berdasarkan dokumen berjudul “Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan IV-2024”, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang PDRB tertinggi untuk Kalimantan Timur yakni mencapai 36,38%.
Disusul kemudian sektor industri pengolahan 18,26%, selanjutnya kontruksi 11,87%, pertanian, kehutanan dan perikanan menyumbang 8,66%, serta sektor perdagangan memberikan kontribusi 6,90%.
3. Kalimantan Utara – PDRB: 198,4 juta
Sama seperti Kalimantan Timur, di Kalimantan Utara untuk tahun 2024 sektor pertambangan dan penggalian memberikan sumbangan untuk PDRB terbesar. Jumlahnya hingga 28,72 persen.
Selanjutnya ada sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,78 persen, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 12,99 persen, Konstruksi sebesar 12,94 persen, serta sektor Industri Pengolahan menyumbang PDRB 8,15 persen.
Kelima sektor tersebut berperan besar terhadap peningkatan perekonomian Kalimantan Utara mencapai 77,58 persen.
4. Riau – PDRB: Rp165,3 juta
Berdasarkan “Pertumbuhan Ekonomi Riau Triwulan IV-2024” yang diambil dari BPS, sektor industri yang berkontribusi terhadap PDRB Riau adalah Industri Pengolahan sebesar 28,12 persen.
Kemudian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memberikan sumbangan 27,11 persen, sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 18,50 persen, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 10,27 persen, dan sektor Konstruksi berkontribusi untuk PDRB hingga 9,59 persen.
5. Kepulauan Riau – PDRB: Rp161,4 juta
Untuk diketahui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau triwulan IV tahun 2024, ekonomi Kepulauan Riau tumbuh hingga 6,94 persen.
Sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi ini adalah Jasa Pendidikan sebesar 19,24 persen, kemudian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 18,83 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial memberikan sumbangan 18,34 persen.
6. Papua Barat – PDRB: Rp131,6 juta
Pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada triwulan IV tahun 2024 naik hingga 22,11 persen.
Adapun sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ini adalah Industri Pengolahan 36,91 persen, selanjutnya Pertambangan dan Penggalian mencapai 31,41 persen, serta sektor Jasa Pendidikan memberikan PDRB 10,41 persen.
7. Sulawesi Tengah – PDRB: Rp120,7 juta
Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 10,29 persen, dimana sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Industri Pengolahan sebesar 22,35 persen.
8. Papua Tengah – PDRB: Rp118,7 juta
Berdasarkan dokumen “Ekonomi Papua Tengah triwulan IV-2024”, sektor usaha yang masih mendominasi Papua Tengah adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 76,81 persen, selanjutnya Usaha Konstruksi 5,98 persen, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 3,79 persen.
Ketiga lapangan usaha itu mendorong perekonomian Papua Tengah hingga 86,57 persen di tahun 2024.
9. Jambi – PDRB: Rp86,7 juta
Ekonomi Provinsi Jambi tahun 2024 tumbuh sebesar 4,51 persen.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan di Jambi adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 13,26 persen, Administrasi Pemerintahan sebesar 11,31 persen, Konstruksi 9,83 persen, Akomodasi dan Makan Minum memberikan 9,64 persen, Jasa Perusahaan sebesar 9,53 persen, Jasa Pendidikan 8,46 persen, dan Transportasi memberikan sumbangan PDRB hingga 8,19 persen.
Sedangkan lapangan usaha di sektor Perikanan dan Industri Pertanian hanya tumbuh sebesar 4,25 persen dan 4,73 persen.
10. Papua – PDRB: Rp81,0 juta
Ekonomi Papua pada tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen.
Di Papua, pertumbuhan ekonomi terlihat pada semua lapangan usaha, yakni Pengadaan Listrik dan Gas mencapai 8,74 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial sebesar 7,20 persen, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mencapai 6,73 persen,Informasi dan Komunikasi 6,14 persen, kemudian sektor Reparasi Mobil dan Sepeda Motor memberikan 5,91 persen.
Septi Widiyarti

















