<strong>Seluma</strong> - Kegiatan fisik pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Penago I Kecamatan Ilir Talo dipastikan tak selesai dipenghujung akhir tahun 2025 ini. Kendati demikian, pelaksanaan proyek nasional oleh pihak pelaksana proyek ini terus dikebut. Pelaksana kegiatan proyek, Supriyono (45) mengaku progres penyelesaian proyek ini baru mencapai sekitar 65 persen. Keterlambatan penyelesaian kegiatan fisik pembangunan kampung nelayan disebabkan beberapa faktor. Menurutnya, selain sempat terkendala kelangkaan BBM beberapa waktu lalu, curah hujan yang tinggi juga sempat menyebabkan banjir yang merendam areal lokasi proyek saat dilakukan penimbunan tanah di atas lahan gambut. “Sampai detik ini kalau progresnya sekitar 65 persen, banyak faktor yang menghambat pekerjaan kami, seperti kelangkaan BBM untuk alat angkut dan alat berat, sampai dampak terendam banjir menyulitkan proses pekerjaan para pekerja di areal lahan gambut yang dilakukan penimbunan,” tutur Supriyono. Lanjutnya, pelaksanaan titik nol baru dilaksanakan pada pertengahan bulan September 2025 lalu, dengan waktu efektif hanya 3 bulan setelahnya.<!--nextpage--> <img class="alignnone wp-image-10142" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-28-at-13.53.17-1-300x169.jpeg" alt="" width="691" height="389" /> Meski tak kelar hingga akhir tahun 2025 ini, namun sesuai kontrak, pihak pelaksana mendapat tambahan waktu selama 60 hari atau hingga Februari 2026 mendatang namun diupayakan maksimal akhir Januari 2026 sudah rampung. “Kalau aturan sesuai kontrak, kita mendapatkan tambahan perpanjangan waktu selama 60 hari atau di bulan Februari mendatang, tapi kita maksimalkan akhir Januari nanti sudah selesai,” tambahnya. Untuk diketahui, diawal proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Penago I Kecamatan Ilir Talo ini, sempat dikunjungi Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Trian Yunanda pada Kamis sore 18 September 2025 lalu. Menurut Kades Penago I Rustam Efendi, pelaksanaan kegiatan proyek strategis nasional ini hanya memanfaatkan waktu hanya 3 bulan sejak pertengahan September lalu, dengan menggunakan anggaran dari APBN senilai Rp 12 miliar dan dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan PT. Karsa Prabala. Pekerjaan fisik terberat menurutnya saat pihak kontraktor melakukan pematangan lahan gambut seluas kurang lebih 1 hektare yang sebelumnya merupakan lahan hibah warga desa setempat Dwi Hermawan, untuk mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih ini.<!--nextpage--> "Penimbunan lahan gambut atau pematangan lahan seluas 1 hektare beberapa waktu lalu memang sulit dilakukan karena faktor cuaca curah hujan yang tinggi," terang Rustam Effendi. Lanjutnya, untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih ini menurutnya ada 13 item yang akan dibangun, antara lain sejumlah fasilitas seperti dermaga, gudang beku, balai pelatihan/bengkel nelayan, pabrik es, sentra kuliner, menara pandang, docking kapal, tempat pelelangan ikan besarta drainase, musholla, SPBN dan IPAL, hingga gedung perkantoran koperasi dan fasilitas lainnya. "Kalau saat ini yang baru bisa terlaksana 13 item kegiatan fisik yang mendukung Program Kampung Nelayan Merah Putih ini," tambahnya. Untuk diketahui, Desa Penago 1 Kecamatan Ilir Talo, tahun 2025 ini terpilih dari 4 desa lainnya yang ada di Kabupaten Seluma yang sebelumnya diusulkan Dinas Perikanan Kabupaten Seluma. Namun tahun ini di Provinsi Bengkulu hanya ditetapkan 2 desa, yakni Desa Penago I Kecamatan Ilir Talo dan Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.<!--nextpage--> <strong>(Hari Adiyono)</strong>