Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu memiliki wacana untuk mencari dana dengan melakukan pinjaman ke Bank Jabar.
Pemerintah Provinsi Bengkulu rencananya akan meminjam uang sebesar Rp 2 triliun dari Bank Jabar atau BJB.
Dana Rp 2 triliun ini akan membiayai semua pembangunan infrastruktur secara merata di Provinsi Bengkulu.
Pengajuan pinjaman ini karena Pemprov Bengkulu melihat Provinsi Jawa Barat yang memiliki APBD sekitar Rp 30 triliun, namun tetap pinjam uang.
Dengan APBD Provinsi Bengkulu yang berkisar Rp 2,2 triliun, maka pemprov menilai sangat wajar jika melakukan pinjaman untuk biaya pembangunan.
Pengamat ekonomi Universitas Bengkulu Dr. Syaiful Anwar AB angkat bicara terkait wacana pinjam uang tersebut.
Ia mengatakan jika niat pemerintah pinjam uang untuk biaya pembangunan infrastruktur, maka itu sebuah strategi jitu dalam perekonomian.
Jika dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur, maka itu menjadi investasi jangka panjang bagi daerah.
Untuk menumbuhkan ekonomi, maka harus ada dukungan dari infrastruktur sebagai daya tarik suatu daerah.
“Saya rasa ini sudah benar jika keinginannya adalah infrastruktur, karena selain memang menjadi kebutuhan, infrastruktur bisa menjadikan perangsang dari perekonomian suatu wilayah.
Page 1 of 2

















