“Bunga bangkai baru diketahui mekar pagi ini. Diperkirakan besok sudah mulai memasuki fase layu dan kemudian mati,” jelasnya.
KPPL Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kedua puspa langka tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian flora endemik Bengkulu yang semakin langka.
Jagad juga mengimbau para pengunjung agar tetap mematuhi aturan saat berkunjung ke kawasan wisata Kemumu.
“Kami mengimbau pengunjung untuk menggunakan jasa pemandu atau guide, agar tidak terjadi kelalaian yang bisa menimbulkan kerusakan tidak disengaja terhadap puspa langka ini,” tegasnya.
Mekarnya Rafflesia dan Bunga Bangkai secara bersamaan di awal tahun 2026 ini menjadi pengingat akan kekayaan hayati Bengkulu Utara yang tak ternilai, sekaligus ajakan untuk menjaga dan melestarikannya bersama.
(Novan Alqadri)

















