Seluma – Khaira Nur Sabrina, Balita 1 tahun 8 bulan yang mengeluarkan cacing gelang dari hidung dan mulut, Senin sore (15/9) dirujuk ke RSUD M Yunus di Kota Bengkulu.
Sebelumnya, Khaira yang merupakan warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil dibawa ke Puskesmas Sukamerindu Seluma pada Minggu siang (14/9). Kemudian pada Minggu sore dirujuk ke RSUD Tais Seluma.
Namun karena kondisi Khaira perlu penanganan medis yang lebih serius, akhirnya pihak RSUD Tais dan Dinas Kesehatan Seluma memutuskan untuk merujuk Khaira ke RSUD M Yunus.
Dengan menggunakan ambulans, Khaira yang ditemani orangtua dan neneknya dibawa ke Kota Bengkulu sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisinya mengiris hati, tubuhnya lemah dan di tangannya masih terpasang infus.

Sebelumnya dokter spesialis anak juga memberikan rekomendasi untuk dirujuk melalui prosedur sisrute yang telah disetujui pihak RSUD M. Yunus.
Rencananya tidak hanya Khaira yang dirujuk. Kakaknya yang bernama Aprilia usia 4 tahun juga akan dirujuk ke RSUD M Yunus. Sang kakak saat Khaira dibawa ke Kota Bengkulu masih dirawat di ruang ICU Anak RSUD Tais.
Aprilia menunggu giliran sisrute dari pihak RSUD M. Yunus Kota Bengkulu untuk kemudian juga dibawa ke Kota Bengkulu.
“Tadi (Senin sore) baru adiknya yang dirujuk ke rumah sakit M. Yunus om. Kalau kakaknya (Aprilia) nanti menyusul dirujuk juga ke Kota Bengkulu om,” tutur Prengki, ayah balita tersebut.
Kasus Khaira ini mengingatkan kita pada kasus Raya, Balita asal Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ketika itu Raya juga mengeluarkan cacing belang dari mulut dan hidungnya.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Senin siang telah meninjau rumah Khaira. Kondisi rumahnya memang tidak layak huni. Dinding terbuat dari papan yang langsung menyentuh tanah sehingga ketika turun hujan, dinding rumah menjadi basah.
Kemudian sebagian lantai rumah juga masih tanah. Di belakang rumah Khaira ada kandang ayam kampung dan toilet yang dibangun dari program pemerintah.
Dari pemeriksaan medis, diketahui jika Khaira dan kakaknya Aprilia didiagnosa gizi kurang. Khaira yang berusia 1 tahun 8 bulan hanya memiliki berat 8 kilogram, kurang dari berat badan normal anak seusianya.
(Hari Adiyono)














