Surabaya – Dalam beberapa hari terakhir, publik sempat digemparkan oleh peristiwa banjir besar yang melanda Bali.
Hujan lebat disertai angin kencang dan petir menyebabkan sungai meluap, termasuk Tukad Badung di Denpasar.
Data BMKG mencatat banjir ini menelan korban jiwa hingga 9 orang dan satu orang masih dinyatakan hilang. Bahkan, tragedi ini sempat menjadi sorotan media internasional.
Fenomena tersebut menjadi alarm bagi wilayah lain di Indonesia. Pasalnya, curah hujan tinggi bukan hanya ancaman di Bali saja. Kota-kota besar seperti Surabaya juga punya catatan panjang soal banjir.
Bahkan, pemerintah kota setempat sudah memetakan ratusan titik rawan genangan yang bisa menjadi masalah serius jika musim hujan tiba.
Titik Rawan Genangan di Surabaya
Surabaya memiliki tantangan besar terkait banjir. Berdasarkan data Pemerintah Kota, terdapat sekitar 200 titik pemicu banjir yang menjadi pekerjaan rumah untuk segera ditangani.
Titik-titik ini umumnya adalah lokasi yang memiliki saluran air kurang optimal atau berada di dataran rendah.
Beberapa kawasan yang sering dilaporkan tergenang saat hujan deras antara lain:
– Jalan Ketintang, termasuk area SWK Telkom Ketintang
– Jalan Srikana dan sekitarnya
– Jalan Tenggilis
– Jalan Margorejo
– Jalan Gayungsari Barat
– Jalan Candi Lontar
– Jalan Jawa
Selain itu masih ada ruas lain seperti Jalan Koblen, Jalan Cokroaminoto, Jalan Pakuwon, Jalan Teratai Karang Pilang, Jalan Simo Hilir Utara, Jalan Tidar, dan Jalan Tenggilis Mejoyo.
Tidak hanya jalan utama, beberapa perkampungan padat penduduk juga berisiko tinggi, contohnya Simo Hilir dan Petemon.
Surabaya dan Ancaman Banjir Rob
Bukan hanya curah hujan, Surabaya juga menghadapi ancaman lain, yakni banjir rob akibat air laut pasang. Ada setidaknya 11 titik rawan rob di kawasan pesisir, seperti:
– Wisata Sontoh Laut
– Greges Gang Makam dan Greges Timur RT 1–RT 3
– Romokalisari Gang Umbas RW 3
– Kampung Nelayan Kalianak RT 1 & RT 2
– Kampung Nelayan Ngoro Krembangan RW 8
– Sekitar BMKG Tanjung Perak Kalimas Baru
– Kampung Nelayan Nambangan
Dampak rob juga terasa di sejumlah jalan, misalnya Jalan Kalimas di Pabean Cantikan, Jalan Greges-Kalianak di Asemrowo, Jalan Sukolilo Baru di Bulak, serta Jalan Medokan Sawah di Gunung Anyar.
Ketika air laut pasang bersamaan dengan hujan deras, wilayah ini biasanya menjadi langganan banjir cukup parah.
Kecamatan yang Paling Rawan
Jika ditinjau per wilayah administrasi, beberapa kecamatan di Surabaya tercatat paling sering terdampak genangan, yaitu:
– Surabaya Barat: Manukan, sekitar Jalan Mayjen Sungkono
– Surabaya Utara: Kalianak, Sidotopo, dan sekitarnya yang terdampak penyempitan saluran di Sungai Kalianak
– Surabaya Timur: kawasan Manyar, Wonorejo, Medokan Semampir, hingga Medokan Ayu
Daerah-daerah ini umumnya pengaruhi oleh kombinasi topografi rendah, saluran air yang terbatas, serta tingginya volume aliran dari wilayah sekitar.
Faktor Penyebab Banjir di Surabaya
Mengapa banjir masih kerap terjadi di Surabaya? Beberapa faktor utamanya meliputi:
1. Saluran air tersumbat – sampah dan sedimentasi membuat air hujan sulit mengalir.
2. Minim resapan air – pembangunan yang masif mengurangi lahan hijau dan area terbuka.
3. Ketinggian wilayah rendah – khususnya di kawasan pesisir, membuat air mudah menggenang.
4. Infrastruktur belum merata – masih ada saluran primer dan sekunder yang menunggu perbaikan.
Peristiwa banjir besar di Bali menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Surabaya sebagai kota besar di Jawa Timur memiliki tantangan ganda banjir akibat hujan deras dan banjir rob dari pasang laut.
Dengan 200 titik rawan yang sudah dipetakan, kewaspadaan harus selalu dijaga!
Sheila Silvina

















