Seluma – Bak jatuh tertimpa tangga, nasib pilu dialami oleh Taryono (52), seorang warga asal Sragen, Jawa Tengah.
Niat hati memboyong keluarga menyeberang pulau demi mengubah nasib di Kabupaten Seluma, justru diawali dengan ujian berat.
Baru empat hari menginjakkan kaki di tanah rantau, sepeda motor kesayangannya yang dibawa jauh-jauh dari Jawa raib digondol maling.
Sepeda motor yang hilang dicuri yakni merek Honda Beat bernomor polisi AD-5539-ZN.
Peristiwa menyesakkan dada ini terjadi di rumah kakak perempuan korban di Desa Tanjung Seluai, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, pada Selasa malam (9/6) sekira pukul 19.30 WIB.
Kronologis kejadian, awalnya Taryono bersama anak dan istrinya sedang asyik bercengkrama di dalam rumah sang kakak.
Mereka tengah melepas rindu sekaligus membahas rencana hidup baru di Bengkulu.
Sementara itu, sepeda motor yang diangkut menggunakan mobil travel dari Jawa tersebut diparkir di area depan pintu dapur.
Apesnya, motor diparkir dalam kondisi stang tidak terkunci. Tak hanya itu, kunci kontak motor juga diletakkan di dalam kotak dasbor di bawah stang, sehingga memberi celah besar bagi pelaku.
Berdasarkan informasi warga sekitar, pelaku pencurian ini diduga menggunakan modus yang sangat rapi untuk mengelabui warga.

Pelaku datang ke desa tersebut berkedok sebagai penjual plat tulisan kaligrafi.
Bahkan, pelaku sempat menunjukkan gelagat alim dengan ikut menunaikan ibadah salat Isya di masjid yang tak jauh dari rumah kakak korban.
Sempat Kepergok Warga di Masjid
Sebelum menggasak motor Taryono, aksi kriminal pelaku sebenarnya sempat terendus.
Salah seorang saksi mata melihat pelaku hendak mengutak-atik motor milik tetangga korban yang terparkir di depan masjid. Karena aksinya tepergok warga, pelaku langsung ambil langkah seribu dan lari ke arah belakang area perumahan.
Nahas, pelarian itu justru membawanya ke rumah kakak Taryono. Melihat ada motor tak terkunci stang dengan kunci yang berada di dasbor, pelaku tanpa pikir panjang langsung menghidupkan mesin dan kabur membawa motor curian tersebut..
Pelaku membawa kabur motor ini sempat dilihat oleh keponakan korban yang sedang berada di teras samping rumah. Korban baru tersadar setelah sang keponakan menanyakan hal ganjil tersebut.
“Ketahuannya pas keponakan saya nanya siapa yang bawa sepeda motor tadi. Setelah sempat bertanya-tanya sesama anggota keluarga, ternyata sepeda motor memang dicuri. Saya baru sampai di Seluma ini baru 4 hari, niat kami merantau dari Jawa,” ujar Taryono dengan nada lirih.
Mendengar teriakan maling, warga desa langsung geger dan berkumpul di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
Sebagian warga yang geram langsung melakukan pengejaran ke arah rute pelarian pelaku, sementara sebagian lainnya bergerak cepat menghubungi pihak kepolisian setempat.
Tidak tinggal diam menerima nasib apes tersebut, Taryono didampingi oleh pihak keluarganya akhirnya mendatangi kantor polisi terdekat.
Korban resmi melaporkan kejadian ini ke Polsek Seluma Timur dengan harapan besar pihak kepolisian dapat segera meringkus pelaku dan sepeda motor kesayangannya bisa ditemukan kembali.
(Hari Adiyono)

















