Kepahiang – Rabu pagi warga Desa Pelangkian Kecamatan Kepahiang dibuat heboh dengan bau menyengat yang berasal dari salah satu rumah. Diketahui, rumah itu milik Nenek Zainab yang sudah berusia 90 tahun.
Selama ini Nenek Zainab tinggal bersama seorang anak laki-lakinya yang berusia sekitar 40 tahun.
Curiga dengan bau tak sedap itu, warga kemudian berkumpul. Warga lantas memanggil Nenek Zainab dan anaknya, namun tidak ada jawaban.
Keterangan tetangga, dalam beberapa hari terakhir baik Nenek Zainab maupun anaknya memang tidak terlihat. Sementara pintu rumah tertutup.
Curiga dengan bau itu, warga akhirnya memutuskan mendobrak pintu rumah. Ketika pintu berhasil dibuka, bau tak sedap semakin menyengat. Seketika warga kaget mendapati Nenek Zainab terbujur kaku dekat pintu dapur.

Nenek Zainab sudah meninggal dunia. Bahkan sudah ada belatung pada tubuh Nenek Zainab. Selain Nenek Zainab, anaknya juga ada di dalam rumah itu.
Tokoh Masyarakat Desa Pelangkian, Ahmad Heryani menjelaskan selama ini Nenek Zainab memang tinggal berdua dengan anaknya yang mengalami gangguan jiwa.
“Jenazah pertama kali ditemukan di depan pintu dapur tergeletak di lantai dan diperkirakan menderita sakit karena memang sudah tua,” terang Ahmad Heryani, Rabu (17/9).
Masih menurut Ahmad Heryani, sebenarnya dalam beberapa hari terakhir tetangga sudah curiga karena Nenek Zainab tidak terlihat. Namun tetangga tidak berani masuk ke dalam rumah, lantaran anak Nenek Zainab yang mengalami gangguan jiwa.
“Memang tidak pernah nampak beberapa hari terakhir. Warga takut (mencari tahu keberadaan Nenek Zainab) karena anaknya ini selalu jaga pintu (pintu rumah),” sambung Ahmad Heryani.

Setelah jasad Nenek Zainab ditemukan, warga coba bertanya kepada anaknya itu. Namun tidak banyak informasi yang didapati. Malah menurut sang anak, jika Nenek Zainab sudah 7 hari tidur di tempat dia ditemukan meninggal dunia itu.
Sementara itu, keterangan dari petugas Dinas Kesehatan Kepahiang, diperkirakan Nenek Zainab sudah 10 hari meninggal dunia.
Jasad Nenek Zainab kemudian langsung dimandikan warga dan dibawa ke masjid desa untuk disholatkan.
“Langsung dikubur, karena jenazah sudah memperhatikan dan menurut keterangan tim Dinas Kesehatan tadi sudah sekitar 10 hari meninggal,” tutup Ahmad Heryani.
Nico Relius

















