Bengkulu – Khaira Nur Sabrina, Balita usia 1 tahun 8 bulan yang mengeluarkan cacing gelang dari mulut dan hidungnya sejak Senin sore (15/9) dirawat di RSUD M Yunus.
Khaira merupakan warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan banyak pihak karena kondisi yang dialaminya ini mirip dengan kasus Raya, Balita usia 3 tahun warga Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat yang akhirnya meninggal dunia.
Setelah satu malam dirawat di RSUD M Yunus, bagaimana kondisinya saat ini? Penjelasan orangtua Khaira yang bernama Prengki, sejak Senin sore Khaira tidak lagi mengeluarkan cacing seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah kalau hari ini tidak ada lagi cacing yang keluar,” ujar Prengki pada camkohatv.id pada Selasa (16/9).
Seperti diketahui, Khaira awalnya pada Minggu siang (14/9) dibawa orangtuanya ke Puskesmas lantaran mengalami demam dan sesak napas.
Karena kondisi Khaira yang butuh penanganan lanjutan, akhirnya pihak Puskesmas merujuknya ke RSUD Tais pada Minggu sore. Kemudian di RSUD Tais, Khaira langsung mendapat tindakan medis.
Saat di RSUD Tais itu lah kemudian didapati jika ada cacing gelang yang keluar dari mulut dan hidung Khaira.
Temuan kasus yang dialami Khaira ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Seluma. Tim dari Dinas Kesehatan Seluma langsung mengecek kondisi rumah Khaira.
Diketahui, rumah tempat Khaira tinggal bersama kedua orangtua dan satu kakaknya, berdinding papan. Rumah itu terkategori tidak layak huni.
Sebagian lantai rumahnya masih tanah. Kemudian ketika hujan, dinding rumah menjadi basah karena papan dinding rumah langsung bersentuhan dengan tanah.
Kemudian dengan berbagai pertimbangan, pada Senin sore Khaira akhirnya dirujuk ke RSUD M Yunus. Tidak hanya Khaira yang dirujuk, kakaknya yang bernama Aprilia usia 4 tahun juga dirujuk ke Kota Bengkulu ke RS Ummi.
Putri Nurhidayati

















