Bengkulu – Belum hilang dari ingatan kita kasus Balita yang bernama Raya di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, sekarang kasus yang mirip juga kembali terungkap ke publik.
Seperti diketahui Raya yang baru berusia 3 tahun meninggal dunia. Apa yang menimpa Raya ini menjadi sorotan nasional karena ditemukan cacing gelang yang keluar dari hidung dan mulutnya.
Sekarang, kasus yang menimpa Raya ini terjadi di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Seorang Balita yang bernama Khaira Nur Sabrina warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil diketahui juga mengeluarkan cacing gelang dari hidung dan mulutnya.
Sampai saat ini Senin siang (15/9), Khaira yang berusia 1 tahun 8 bulan masih dirawat di RSUD Tais Kabupaten Seluma. Rencananya Khaira akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Bengkulu.

Bagaimana kronologis terungkapnya kasus yang dialami Khaira ini? Berikut penjelasannya berdasarkan data yang dihimpun camkohatv.id
Demam Tinggi
Awal mula terkuaknya kondisi Khaira ini setelah dia mengalami demam. Karena suhu badannya cukup tinggi, akhirnya pada Minggu siang (14/9) orangtuanya, Prengki (25) dan Yanti Hartuti (24) membawa Khaira ke Puskesmas Sukamerindu, Seluma.
Dirujuk ke RSUD Tais
Setelah dibawa ke Puskesmas Sukamerindu, ternyata kondisi Khaira yang cukup mengkhawartirkan, akhirnya pihak Puskesmas memilih merujuknya ke RSUD Tais.
Akhirnya Minggu sore, Khaira dibawa ke RSUD Tais dengan menggunakan ambulans.
Penanganan Medis
Tiba di RSUD Tais, tenaga medis langsung memberikan tindakan. Namun bertapa kagetnya, setelah diberi tindakan medis, ditemukan cacing gelang yang keluar dari hidung dan mulut Khaira.
Khaira mengalami demam tinggi, batuk berdahak, suspek Bronkopneumonia atau infeksi paru-paru dan gelisah.
Senin Pagi
Kondisi Khaira belum juga membaik pada Senin pagi (15/9). Sejumlah cacing juga masih keluar dari mulut dan hidungnya.
Kasus ini sudah diketahui Dinas Kesehatan Seluma yang pada Senin pagi langsung melakukan sejumlah tindakan, termasuk mendatangi kediaman Khaira di Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.
Bakal Dirujuk
Mengingat kondisi Khaira yang harus mendapat penanganan yang lebih serius, pihak RSUD Tais dan Dinas Kesehatan Seluma memutuskan untuk merujuk Khaira ke rumah sakit di Kota Bengkulu.
Rencananya Khaira akan dirujuk ke RSUD M Yunus atau RS Ummi di Kota Bengkulu.
Penyebab Kondisi Khaira
Dari pengecekan ke kediaman Khaira, Kadis Kesehatan Seluma, Rudi Syawaludin menduga penyebab kondisi yang dialami Khaira ini lantaran faktor lingkungan.
Rumah tempat tinggal Khaira dikatakan Kadis Kesehatan Seluma, tidak layak huni. Rumahnya hanya memiliki satu kamar, berdinding papan dan sebagian lantainya masih tanah.
Di bagian belakang rumah Khaira memang ada toilet, namun jaraknya cukup dekat dengan septic tank. Toilet tersebut dibangun dari bantuan pemerintah. Perlu diketahui, orangtua Khaira hanyalah seorang buruh serabutan.
Di belakang rumah Khaira juga ada kandang ayam kampung. Namun tidak banyak ayam yang dipelihara hanya sekitar 6-7 ekor.
Mengidap Gizi Kurang
Dari serangkaian pemeriksaan medis, Kadis Kesehatan Seluma, Rudi Syawaludin juga mengatakan jika Khaira mengidap gizi kurang. Kondisi serupa juga dicurigai dialami kakak Khaira yang bernama Aprilia yang berusia 4 tahun.
Hari Adiyono

















