Bengkulu – Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni memimpin rapat Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu. Dalam rapat ini PMI Provinsi Bengkulu memaparkan kinerja dan kekurangan darah yang masih jauh dibawah target.
Hal ini menjadi masalah serius bagi PMI dalam memenuhi kebutuhan darah, terutama untuk pasien talasemia serta beberapa pasien lain yang terpaksa harus mencari pendonor keluarga secara mandiri untuk transfusi darah rutin.
Kepala UPTD PMI Provinsi Bengkulu, Dr Vini Restu Insani menyampaikan saat ini Provinsi Bengkulu membutuhkan minimal 40 ribu kantong setiap tahun atau 4.400 kantong setiap bulan.
Sementara saat ini baru terpenuhi hanya 2.100 kantong per bulan sehingga masih kurang 2300 kantong.
“Berangkat dari kebutuhan ini, rakor ini untuk mencari strategi guna memenuhi kebutuhan darah setiap bulan yang lebih dari setengahnya kekurangan untuk pemenuhan darah,” terang dr Vini Restu Insani, Jumat (26/6).
Sementara itu Sekda Provinsi sekaligus Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan berdasarkan hasil rakor tersebut pihaknya telah menandatangani kontrak integritas kepada lintas sektoral dan OPD yang diwajibkan untuk rutin menggelar Bhakti sosial donor darah setiap tiga bulan sekali dengan melibatkan seluruh kolega dan rekanan.
“Hal ini dinilai penting untuk donasi darah bagi sesama sehingga PMI bisa menyalurkan darah bagi pasien dan masyarakat yang membutuhkan, dan kedepan sosialisasi gencar dilakukan guna memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk donor darah,” sampai Sekda.
“Dan untuk memenuhi giat donor darah ini PMI bersedia untuk ikut terlibat dimanapun dan kapanpun serta fasilitas dipersiapkan oleh PMI,” tambah Herwan Antoni.
Saat ini, berdasarkan data dari tahun 2024/2025 dan 2026 penyumbang dara dari giat donor darah se-provinsi Bengkulu terbanyak masih ditempati oleh OJK dan diikuti oleh KOREM dan beberapa instansi yang melibatkan pendonor.
Nico Relius

















