Bengkulu – Bisnis prostitusi online menjamur di Kota Bengkulu.
Fakta itu terungkap saat Camat Ratu Agung, pada Minggu (15/02) sore, menyamar menjadi pemesan jasa open BO melalui aplikasi MiChat.
Penyamaran ini sekaligus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan akibat melonjaknya kasus HIV, bersama Tim Gabungan dari Dinkes dan Satpol PP.
Dalam operasi itu, ternyata rumah-rumah kontrakan yang ada di Kelurahan Kebun Beler menjadi sarang transaksi prostitusi online.
Hasil penyamaran itu membuat Wali Kota Bengkulu meradang.
Tim menemukan sejumlah wanita muda berusia 17 hingga 19 tahun yang mengaku putus sekolah dan terjerumus ke dunia prostitusi akibat faktor lingkungan, pernikahan dini, serta kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home).
Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedi Wahyudi memberikan peringatan keras kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus HIV yang mengancam generasi muda.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat Camat hingga RT untuk aktif melakukan pendataan terhadap penghuni rumah kos dan kontrakan.















