Bengkulu – Dalam demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Jumat (29/8) siang hingga menjelang malam, sempat terjadi kericuhan.
Dalam aksi ini, pagar kantor DPRD Provinsi roboh. Selain itu ada tujuh orang yang diamankan polisi.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Sudarno mengatakan tujuh orang yang diamankan itu hingga berita ini diturunkan Jumat malam, masih dimintai keterangan.
Selain itu ada 10 anggota polisi terluka. Satu di antaranya terluka tusukan benda tajam.

Kapolresta menambahkan, untuk peserta demo yang diamankan itu bila tidak terbukti ada unsur pidana maka akan dilepaskan. Namun bila terbukti, maka proses hukum akan dilanjutkan.
“Terutama bila nanti ditemukan pelaku penusukan anggota polisi dengan senjata tajam. Masih kami periksa dan dalami,” ungkap Kapolresta Bengkulu, Kombespol. Sudarno.
Kapolresta Bengkulu berharap untuk setiap penyampaian aspirasi agar dilakukan secara teratur.
“Sebaiknya unjuk rasa tidak disertai dengan kerusuhan dan merusak fasilitas publik. Kami berharap ke depan tindakan anarkis dalam demo tidak terjadi,” tutup Kombes Pol. Sudarno.
Untuk diketahui, demo ini dimulai Jumat siang dan massa membubarkan diri sekitar pukul 18.20 WIB.
Rendra Aditya

















