Bengkulu – Warga asal Kabupaten Kepahiang bernama Harmizal diduga menjadi korban TPPO dan saat ini masih berada di Kamboja.
Pria berusia 31 tahun asal Desa Tebat Monok itu berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu agar bosa kembali pulang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifuddin membenarkan informasi tersebut.
Syarifuddin menyampaikan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulangkan yang bersangkutan.
“Sesuai dengan petunjuk Gubernur Helmi Hasan, kita sedang mengupayakan agar Harmizal bisa pulang dalam waktu dekat,” kata Syarifuddin, Selasa (3/3).

Saat ini Harmizal berada di penampungan dan masih menunggu proses kepulangannya ke Indonesia.
Terkait dengan biaya kepulangan, Syarifuddin mengatakan akan dibantu oleh Baznas Procinsi Bengkulu,
“Untuk satu orang ini baru diketahui, sehingga prosesnya menyusul dan saat ini sudah kita hubungi yang bersangkutan.
Namun belum diketahui keberangkatan dan motif yang dilakukan terhadapnya sehingga menjadi korban,” tandasnya.
Berdasarkan informasi, Harmizal tercatat sebagai pemegang pasport dengan nomor 1A51QC0349-CPT yang dikeluarkan pada 6 Januari 2026 lalu.

















