Warga pun dan langsung menghubungi Kasat Pol PP Kota Bengkulu. Dr. Sahat Marulitua Situmorang yang langsung meluncur ke lokasi bersama pihak Kepolisian Sektor Kampung Melayu.
Ia pun menenangkan warga yang geram terhadap praktik prostitusi online yang baru terungkap setelah insiden salah paham tersebut.
”Kami sangat menyayangkan masih maraknya praktik prostitusi via online di tengah ledakan kasus positif HIV di Kota Bengkulu yang mencapai 1.216 kasus,” tegas Dr. Sahat Marulitua Situmorang.

Warga Tak Tahun Ada Aktivitas Prostitusi Online
Senada dengan itu, Junaidi selaku Ketua RT setempat mengungkapkan kekecewaan warga yang merasa lingkungan mereka dikotori oleh aktivitas asusila, apalagi di tengah suasana bulan suci Ramadan.
”Kejadian pada malam hari ini murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak tersebut dengan warga.
Warga mengira hal itu benar-benar murni kasus kejahatan karena pelaku berteriak maling.
Namun fakta terungkap setelah GL diamankan dan mengaku bahwa dia merupakan tamu prostitusi online tersebut.
“Pihak RT bersama warga semakin geram karena mereka dinilai mengotori wilayah ini, terutama di bulan suci Ramadan,” jelas Junaidi.
Saat ini penyedia jasa maupun pengguna jasa prostitusi online tersebut telah diamankan oleh tim dari Polsek Kampung Melayu.
















