<strong>Bengkulu</strong> – GL warga asal Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko nyaris menjadi sasaran amukan warga Kota Bengkulu. Peristiwa ini terjadi Sabtu (28/02) malam di Jalan Melinjo, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Awalnya GL mendatangi sebuah kontrakan yang yang dihuni oleh seorang wanita asal Lahan, Sumatera Selatan. Kedatangannya ke lokasi setelah berkomunikasi melalui aplikasi MiChat dan ingin menikmati layanan prostitusi dengan kesepakatan harga Rp 350 ribu sekali kencan. <h3>Kronologi PSK Teriak Maling</h3> Penuturan GL, peristiwa berawal saat dia datang ke lokasi bersama temannya untuk berkencan secara bergiliran dengan sang wanita. Ketika GL hendak memanggil temannya di parkiran untuk bergantian, ternyata sang teman sudah kabur karena ada beberapa pria lain yang mengantre. Saat GL berusaha mencari temannya yang hilang tersebut, sang wanita justru mengira GL akan kabur tanpa membayar. Spontan, wanita tersebut merebut kunci motor GL dan berteriak "maling" dengan histeris, yang seketika mengundang perhatian warga sekitar. <h3>Warga Mengira Ada Aksi Kriminal</h3> Warga yang mengira ada aksi kriminal murni langsung mengejar GL dan menangkapnya tak jauh dari lokasi.<!--nextpage--> Warga pun dan langsung menghubungi Kasat Pol PP Kota Bengkulu. Dr. Sahat Marulitua Situmorang yang langsung meluncur ke lokasi bersama pihak Kepolisian Sektor Kampung Melayu. Ia pun menenangkan warga yang geram terhadap praktik prostitusi online yang baru terungkap setelah insiden salah paham tersebut. <blockquote>"Kami sangat menyayangkan masih maraknya praktik prostitusi via online di tengah ledakan kasus positif HIV di Kota Bengkulu yang mencapai 1.216 kasus," tegas Dr. Sahat Marulitua Situmorang.</blockquote> <img class="alignnone size-full wp-image-12388" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-21.10.47.jpeg" alt="" width="1600" height="1600" /> <h3>Warga Tak Tahun Ada Aktivitas Prostitusi Online</h3> Senada dengan itu, Junaidi selaku Ketua RT setempat mengungkapkan kekecewaan warga yang merasa lingkungan mereka dikotori oleh aktivitas asusila, apalagi di tengah suasana bulan suci Ramadan. "Kejadian pada malam hari ini murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak tersebut dengan warga. Warga mengira hal itu benar-benar murni kasus kejahatan karena pelaku berteriak maling. Namun fakta terungkap setelah GL diamankan dan mengaku bahwa dia merupakan tamu prostitusi online tersebut. <blockquote>"Pihak RT bersama warga semakin geram karena mereka dinilai mengotori wilayah ini, terutama di bulan suci Ramadan," jelas Junaidi.</blockquote> Saat ini penyedia jasa maupun pengguna jasa prostitusi online tersebut telah diamankan oleh tim dari Polsek Kampung Melayu.<!--nextpage--> <strong>(Untung)</strong>