Bengkulu – DPRD Provinsi Bengkulu memberi restu wacana Pemprov untuk meminjam uang ke BJB.
Uang pinjaman dari BJB itu peruntukannya untuk melakukan perbaikan dan pembangunan secara merata di Provinsi Bengkulu.
Menurut acamata Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, hal ini merupakan salah satu langkah agar pemprov bisa memenuhi kebutuhan masyarakat provinsi Bengkulu.
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi mengatakan, dalam kondisi keterbatasan anggaran, pinjaman ini sah-sah saja, karena untuk kepentingan masyarakat, bukan kelompok atau pribadi.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan bahwa jika ingin percepatan dengan kondisi keuangan saat ini, salah satu solusinya adalah dengan mengajukan pinjaman ke Bank.
Uang pinjaman itu nanti bisa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Percepatan pembangunan jalan dan jembatan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Namun Sumardi mengingatkan untuk melakukan analisa mendalam sebelum mengajukan pinjaman.
“Jika untuk kebaikan masyarakat, DPRD pada prinsip setuju asalkan melalui analisa yang konrehensif dan obyektif terhadap kemapuan fiskal pemda 4 tahun kedepan,” kata Sumardi kepada RBTV, Jumat (27/02).
Sumardi menyebut, jangankan Bengkulu yang APBD nya hanya Rp 2,2 triliun, Pemda Jawa Barat yang memiliki APBD mencapai Rp 30 triliun masih melakukan pinjaman ke BJB.
Saya kira maksud dan tujuannya baik, untuk masyarakat maka saya rasa sudah selayaknya di dukung.
Page 1 of 2

















