Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, membuka kegiatan secara resmi.
Dalam keterangan usai pengamatan, Khairil Anwar menegaskan bahwa berdasarkan hasil rukyat di Bengkulu, hilal belum terlihat.
“Dari hasil pengamatan, hari ini hilal belum terlihat. Masih di bawah satu derajat, bahkan minus 0,72 derajat. Jadi, khusus untuk Bengkulu, berdasarkan hasil pengamatan tersebut, karena hilal belum terlihat, maka Bengkulu belum berpuasa,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tetap menunggu hasil Sidang Isbat secara nasional.
“Kita secara nasional menunggu Sidang Isbat dari Kementerian Agama pukul 19.00 WIB. Jika ada daerah lain di Indonesia yang sudah melihat hilal dan memenuhi batas minimal 3 derajat, tentu itu akan menjadi dasar penetapan,” jelasnya.
Khairil juga mengajak masyarakat untuk tidak mempermasalahkan kemungkinan perbedaan awal Ramadan.
“Perbedaan itu adalah rahmat. Metode penghitungan memiliki dasar dan argumentasi masing-masing. Jika ada perbedaan dalam memulai puasa tahun ini, mari kita hormati. Yang terpenting, kita menyambut bulan suci Ramadan dengan riang gembira serta meningkatkan iman dan takwa,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan sejumlah agenda menyambut Ramadan, di antaranya:
- Pasar murah,
- Kegiatan sosial,
- Pelayanan kesehatan,
- Penyerahan santunan dan bantuan,
Program Retret Merah Putih bagi aparatur sipil negara (ASN) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota selama tiga hari atau 72 jam.
















