Bengkulu – Identitas mayat pria yang ditemukan di Perairan Pulau Tikus Jumat pagi (26/9) terungkap. Mayat tersebut adalah Bambang Hariyanto, warga Pondok Kelapa Bengkulu Tengah. Bambang merupakan nelayan yang tenggelam pada Selasa lalu di perairan Desa Pasar Tebat, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara.
Ketika itu kapal yang ditumpangi Bambang, terbalik. Ada tiga orang di dalam kapal. Dua orang lainnya sudah ditemukan dengan kondisi satu selamat dan satu orang meninggal dunia.
Setelah dipastikan identitas Bambang, usaha pencarian tim SAR yang dilakukan di perairan Desa Pasar Tebat, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, resmi dihentikan.

Diketahui sebelumnya jika operasi yang telah berlangsung selama empat hari ini berhasil menemukan satu korban selamat dan dua korban meninggal dunia.
Korban selamat diketahui bernama Doni, seorang laki-laki berusia 35 tahun, dua korban meninggal dunia adalah Ayun (50) ditemukan hari pertama dan Bambang (35) pada Jumat, 26 September 2025.
“Hari keempat operasi, tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian menggunakan Rigid Bouancy Boat (RBB) dan kebetulan ada nelayan yang menemukan mayat mengapung di sekitar Pulau Tikus sehingga nelayan tersebut melaporkan kejadian ke pihak Kantor SAR Bengkulu,” ujar Kepala Kantor SAR Bengkulu, Muslikun.
Mendapatkan laporan tersebut tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian langsung menuju lokasi dan tiba di lokasi pada pukul 09.15 wib.
Korban langsung dievakuasi menggunakan RBB menuju dermaga Pulau Baai. Lokasi ditemukannya mayat ini berada sekitar 5 mil laut dari Dermaga Pulau Baai, sedangkan dari Lokasi kejadian sekitar 15 Nm dengan koordinat 3°50′18″S dan 102°10′58″T.
Pukul 10.15 Wib jenazah tiba di Dermaga P. Baai Bengkulu selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di identifikasi oleh Tim Inavis Polresta Bengkulu selanjutnya diserahkan kepada Pihak keluarga.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur SAR. Termasuk Rim Rescue Kansar Bengkulu, Polairud Polda Bengkulu, Polresta Bengkulu, TNI AL, Polsek Air Napal, BPBD Bengkulu Utara, BPBD Bengkulu Tengah, IEA Ambulance, PMI Bengkulu Utara, Nelayan, Pemerintah setempat serta masyarakat dan keluarga korban.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah terlibat atas pelaksanaan operasi SAR kecelakaan Kapal Nelayan,” tutup Muslikun.
Rendra Aditya

















