Nasional – Nabi Muhammad SAW memiliki banyak sahabat. Namun semuanya telah wafat. Meski demikian jejak maupun kisah dari para sahabat ini masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Menariknya, dari begitu banyak sahabat Nabi Muhammad, ada satu orang sahabat yang memiliki harta kekayaan sampai sekarang. Meski sahabat itu telah lama wafat.
Tidak hanya itu, sosok sahabat tersebut akan memiliki harta kekayaan sampai kiamat. Setiap saat, harta kekayaannya akan bertambah.
Siapakah sosok sahabat itu, beliau adalah Utsman Bin Affan.
Utsman Bin Affan adalah sahabat Rasulullah yang merupakan seorang muslim dermawan.
Sifat dan keteladanannya yang satu ini tidak lantas membuat harta serta kekayaannya berkurang, justru semakin menggiringnya pada kekayaan serta kemakmuran.
Menariknya sampai sekarang Utsman Bin Affan masih memiliki banyak uang dalam rekening bank. Rekening itu pun atas namanya, Utsman Bin Affan.
Sifat kedermawanan Utsman Bin Affan telah terbukti pada saat ia menjadi sahabat Rasulullah dan memecahkan berbagai persoalan yang tengah dihadapi umat Islam kala itu.
Berbagai permasalahan kecil hingga perang menjadi prioritas utama Usman Bin Affan semasa hidup.
Salah satunya yakni dengan memberikan sebagian harta kekayaannya untuk membantu umat Islam saat mengalami musibah kekeringan.
Kala itu umat Islam harus rela antre dan berdesakan untuk mengambil air dari sebuah sumur yang dimiliki oleh seorang Yahudi dengan harga yang mahal.
Persoalan ini lantas membuat Rasulullah bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat maka akan mendapatkan surga-Nya Allah Ta’ala” (HR Muslim).
Melihat kenyataan yang menyayat hati dan mendengar sabda Rasulullah tersebut, Utsman Bin Affan pun seketika ingin membeli sumur milik seorang Yahudi tersebut.
Awalnya pemilik tidak mau menjualnya. Lantas Utsman menawarnya untuk membeli separuhnya saja. Waktu kepemilikan sumur dibagi dua. Sehari untuk Utsman, sehari untuk orang Yahudi tersebut.
Tergiur dengan tawaran mahal dari Utsman, orang Yahudi itu pun setuju dan sepakat menjualnya separuh.
Setelah itu, Utsman meminta umat Muslim untuk mengisi air di sumur tersebut buat kebutuhan dua hari sekaligus.
Hasilnya, saat hari jatah kepemilikan orang Yahudi, tidak ada satu pun yang membeli air. Selang berapa lama dia akhirnya memutuskan untuk menjual sumur tersebut seluruhnya kepada Utsman.
Tidak cukup di situ, kekayaan Utsman Bin Affan justru semakin meningkat. Tanah di sekitar sumur umat Islam atas namanya pun pada akhirnya juga menjadi salah satu harta kekayaannya yang digunakan untuk kepentingan bersama.
Hal tersebut terus dikembangkan dan menjadi perkebunan kurma hingga semasa pemerintahan Kerajaan Utsmaniyah dan kini Arab Saudi.
Kebun yang ditumbuhi sebanyak 1.505 pohon kurma serta seluruh hasil wakaf tersebut kini dikelola oleh Kementerian Pertanian Kerajaan Arab Saudi untuk diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim.
Selain itu, sebagian dari hasil wakaf tersebut disimpan dalam rekening tabungan atas nama Utsman Bin Affan di bawah pengawasan Departemen Pertanian Arab Saudi.
Melalui sebagian tabungan ini dibangunlah sebuah investasi umat dalam bentuk hotel berbintang lima yang terletak di samping Masjid Utsman Bin Affan, Markaziyah.
Oleh karena itu, kekayaannya yang terus mengalir tersebut membuatnya menjadi satu-satunya sahabat Rasulullah yang memiliki rekening serta akta tanah hingga saat ini meski telah wafat pada beberapa abad silam.
Saldo rekening yang tertera pada akun atas nama Utsman Bin Affan di Arab Saudi hingga kini sudah mencapai angka triliunan rupiah.
Kekayaan itu dikelola oleh Pemerintah Arab Saudi dengan pembagian yang sama rata kepada fakir miskin, upah pengelola, hingga harta yang disimpan kembali.
Tidak hanya itu, kekayaan dari Utsman Bin Affan ini diperkirakan terus bertambah sebanyak 50 juta rial atau setara dengan Rp16 miliar per tahun.
Putri Nurhidayati

















