Bengkulu – Meningkatkan kualitas pelayanan logistik, PT Pelindo II Bengkulu melalui PT pelabuhan tanjung priok menerapkan sistem drop tank untuk penanganan kargo curah cair sebagai inovasi yang dikelola oleh PT PTP non-petikemas cabang bengkulu yang mampu meningkatkan produktivitas pemuatan hingga dua kali lipat dan diproyeksikan mendorong kenaikan volume kargo dari 400 ribu ton menjadi 600 ribu ton per tahun.
Menjadi gerbang perekonomian provinsi bengkulu, inovasi ini untuk mendukung distribusi komoditas unggulan daerah, khususnya sektor hilirisasi kelapa sawit pada terminal curah cair di pelabuhan pulau baai bengkulu dengan optimalisasi layanan kargo curah cair yang dikelola oleh pt pelabuhan tanjung priok atau ptp nonpetikemas cabang bengkulu yang merupakan bagian dari pelindo group.
Sehingga dengan penerapan sistem drop tank dalam kegiatan bongkar muat curah cair dari cpo ke kapal kargo yang memungkinkan muatan dari truk ditampung terlebih dahulu di tangki transit sebelum dialirkan ke kapal menggunakan pompa.
Branch manager pt. ptp nonpetikemas cabang bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua unit drop tank yang beroperasi di pelabuhan pulau baai. satu unit digunakan untuk penanganan komoditas olein, sementara satu unit lainnya diperuntukkan bagi produk stearin dan tfad atau palm fatty acid distillate.
Penerapan sistem drop tank ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. jika sebelumnya proses pemuatan dengan sistem konvensional hanya mampu mencapai produktivitas sekitar 40 ton per jam, maka melalui sistem drop tank kinerja pemuatan meningkat hingga mencapai 86 ton per jam atau lebih dari dua kali lipat.
“Dengan drop tank ini selain menghemat ongkos sewa kapal, waktu pengisian juga akan dipersingkat dari lima hari menjadi Tiga hari saja karena minyak dari truck langsung dicurahkan ke drop tank yang akan dipompa langsung ke kargo sehingga lebih efisien,” sampainya, Rabu (10/6).
Peningkatan kinerja tersebut diyakini akan mampu mendorong pertumbuhan volume kargo curah cair di pelabuhan Pulau Baai, dan volume kargo diproyeksikan meningkat hingga 30 persen, dari yang saat ini berkisar 400 ribu ton per tahun menjadi sekitar 600 ribu ton per tahun karena hanya butuh waktu tiga hari untuk mengisi satu kargo.
“Sistem drop tank merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa pelabuhan karena selain mempercepat proses operasional, sistem ini juga mampu menekan biaya logistik serta meningkatkan aspek keselamatan atau safety dalam penanganan kargo curah cair,” tandasnya.
Nico Relius

















