Nasional – Kabar baik datang untuk para pengemudi ojek online (ojol). Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan bahwa ojol akan segera mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini hadir sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap jutaan pekerja lepas yang sehari-hari bergantung pada aplikasi transportasi online.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintahakan menanggung 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk para driver.
Dengan adanya subsidi ini, pengemudi ojol bisa lebih tenang bekerja karena memiliki perlindungan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian.
“Pemerintah kemarin sudah memutuskan untuk membantu membayar 50 persen iuran. Saat ini teknisnya sedang kita siapkan,” jelas Airlangga di Jakarta Pusat, Jumat (12/9).
Perlindungan Ojol Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Bagi banyak ojol, bekerja di jalanan penuh dengan risiko. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, kondisi cuaca ekstrem, hingga potensi kehilangan penghasilan saat sakit.
Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, driver ojol akan mendapat jaminan perlindungan sosial yang lebih layak.
Beberapa manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dirasakan ojol antara lain:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) – memberikan santunan biaya pengobatan bila terjadi kecelakaan saat bekerja.
2. Jaminan Kematian (JKM) – memberikan perlindungan finansial untuk keluarga jika pengemudi meninggal dunia.
3. Jaminan Hari Tua (JHT) – tabungan jangka panjang yang bisa dicairkan di masa mendatang.
Subsidi pemerintah sebesar 50 persen tentu akan meringankan beban para pengemudi, sehingga mereka tidak perlu khawatir soal biaya iuran penuh.
Program Magang untuk Fresh Graduate
Tak hanya untuk ojol, pemerintah juga menyiapkan program khusus bagi lulusan baru atau fresh graduate.
Program magang ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memberikan kesempatan kerja lebih luas bagi generasi muda.
Menurut Airlangga, nantinya lulusan kampus yang belum mendapatkan pekerjaan akan dihubungkan dengan perusahaan melalui sistem link and match. Menariknya, para peserta magang akan menerima uang saku selama menjalani program tersebut.
“Nanti besarannya akan dibahas lebih lanjut, tapi yang pasti fresh graduate bisa magang sambil mendapatkan pendapatan,” kata Airlangga.
Rangkaian Program Pemulihan Ekonomi
Airlangga juga menambahkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan total 12 program hingga akhir tahun ini, terdiri dari 8 program utama ditambah 4 program pendukung.
Seluruh program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Beberapa program yang tengah dipersiapkan di antaranya:
– Perluasan program magang untuk mahasiswa maupun fresh graduate, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.
– Penerapan pajak penghasilan (PPh) 21 ditanggung pemerintah (DTP) yang sebelumnya hanya berlaku di industri padat karya, kini akan diperluas ke sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Langkah ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha di berbagai sektor.
Dukungan Nyata Bagi Pekerja dan Dunia Usaha
Keputusan pemerintah memberikan BPJS Ketenagakerjaan untuk ojol sekaligus membuka program magang bagi lulusan baru dinilai sebagai langkah strategis.
Di satu sisi, pekerja informal seperti pengemudi ojol mendapat jaminan sosial. Di sisi lain, fresh graduate memiliki akses pengalaman kerja sekaligus pendapatan tambahan.
Selain itu, insentif perpajakan yang diperluas juga memberikan sinyal positif bagi dunia usaha.
Terutama sektor Horeka yang sempat terpukul karena pandemi, kini bisa bernafas lebih lega berkat kebijakan pemerintah.
Perlindungan untuk pekerja informal, peluang kerja bagi generasi muda, hingga dukungan untuk sektor usaha diyakini akan memperkuat pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bagi pengemudi ojol, BPJS Ketenagakerjaan tentu menjadi kabar yang ditunggu. Kini, risiko kerja di jalanan bisa lebih ringan karena adanya jaminan sosial.
Sementara untuk anak muda yang baru lulus, kesempatan magang berbayar dari pemerintah bisa jadi batu loncatan menuju karier yang lebih baik.
Sheila Silvina

















