Bengkulu – Pejabat Danrem 041/Garuda Emas berganti. Danrem yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, berganti. Pejabat yang baru yakni Kolonel Infatri Jatmiko Ariyanto, yang sebelumnya dari Paban Bindik Spers Angkatan Darat.
Serah terima jabatan berlangsung di Gedung Balai Prajurit Korem 041/Garuda Emas Bengkulu yang dipimpin Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten, Mayjend TNI Kristomei Sianturi.
Upacara sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, penyerahan tongkat komando dan penyerahan bendera satuan Korem 041/Gamas.

Sertijab ini juga dihadiri Danrem 043/Gatam, Kasrem 041/Gamas, para asisten Kasdam xxi/Radin Inten, para Kasi Korem, para Dandim jajaran serta undangan lainnya.
Disampaikan Pangdam Radin Inten, Mayjend TNI Kristomei Sianturi, pergantian jabatan merupakan hal yang biasa di lingkungan TNI.
Pergantian bertujuan untuk menumbuhkan semangat baru, dan membangun kualitas kepemimpinan yang semakin solid di setiap jajaran, serta meningkatkan kinerja dan profesionalisme prajurit.
“Ini rotasi biasa yang sering terjadi di tubuh TNI, dengan tujuan untuk memberikan semangat baru dalam satuan TNI,” ujar Pangdam.
Pangdam juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama menjabat Danrem 041/Gamas.
Pangdam juga menekankan kepada Danrem baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan tugas serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Bengkulu.
“Terima kasih untuk Brigjen TNI Rachmad yang sudah mendedikasikan dirinya di Bengkulu. Untuk Kolonel Infatri Jatmiko Ariyanto, segera beradaptasi dengan pemerintah dan juga stakeholder lainnya untuk memperkuat sinergi,” lanjut Pangdam.

Dalam pergantian ini, Brigjen TNI. Rachmad Zulkarnaen mendapat jabatan baru sebagai Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat.
Untuk diketahui, kedatangan Pangdam XXI/Radin Inten ke Provinsi Bengkulu ini merupakan kunjungan kerja pertama.
Adrian M Yusuf

















