Nasional – Banyak debitur yang mengira jika kemarahan DC lapangan muncul semata-mata karena tunggakan yang belum dibayar.
Bukan hanya soal telat bayar, tetapi juga komunikasi yang buruk, informasi yang tidak jujur, hingga sikap menghindar yang berulang kali dilakukan.
Kondisi inilah yang kemudian membuat situasi di lapangan memanas dan berujung pada ketegangan antara debitur dan DC.
Berikut adalah beberapa kesalahan umum debitur yang dapat memicu ketegangan atau kemarahan dari pihak debt collector.
- Menghindari Komunikasi
- Memberikan Informasi Palsu
- Ketidakjelasan Rencana Pembayaran
- Bersikap Arogan atau Kasar
- Tidak Mengakui Utang
- Merasa Paling Benar
- Tidak Memiliki Dokumen Pendukung
Adapun, penting untuk diingat, terlepas dari kesalahan debitur, DC yang menggunakan kekerasan, ancaman, atau penarikan paksa aset dapat dijerat dengan hukum pidana, seperti penipuan atau pemerasan.
Debitur memiliki hak untuk menolak penarikan paksa jika DC tidak dapat menunjukkan sertifikat jaminan fidusia yang sah.

















