Nasional – Indonesia memang terkenal kaya akan kuliner tradisional. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah punya makanan khas dengan rasa unik, bahan lokal, serta cerita sejarah yang menyertainya.
Namun, ada satu hal lain yang bikin orang geleng-geleng kepala yakni nama makanan yang terdengar nyeleneh, bahkan kadang vulgar.
Entah karena faktor bahasa daerah, filosofi, atau sekadar guyonan masyarakat setempat, nama-nama ini justru melekat dan bikin kuliner tersebut semakin terkenal. Yuk, kita bahas deretan makanan dengan nama tak lazim tapi tetap digemari!
Nama Makanan Nyeleneh
Berikut ini adalah beberapa daftar makanan yang nyeleneh di Indonesia:
1. Kue Kontol Kejepit (Tolpit) – Bantul, Yogyakarta
Makanan pertama yang masuk daftar ini adalah kue kontol kejepit atau biasa disebut tolpit.
Namanya memang terkesan vulgar, tapi sebenarnya ini hanya jajanan pasar manis yang berbahan dasar tepung beras, gula, dan kelapa.
Dinamakan demikian karena bentuknya dihasilkan dari teknik memasak dengan menjepit adonan menggunakan tiga bilah bambu. Unik, kan?
2. Kue Kontol Sapi – Cilegon, Banten
Dari Banten, ada camilan manis yang juga punya nama bikin kaget: kue kontol sapi. Meski terdengar aneh, jangan salah, rasanya manis legit.
Penamaan ini muncul dari istilah masyarakat setempat yang mungkin terdengar vulgar bagi telinga luar daerah. Tapi nyatanya, kue ini tetap laris manis dijual di pasar tradisional.
3. Nasi Kentut – Medan, Sumatera Utara
Nama ini sering bikin orang ketawa sekaligus penasaran. Nasi kentut disebut demikian karena dimasak dengan daun sembukan yang aromanya cukup menyengat, mirip bau kentut.
Meski begitu, justru bau khas inilah yang membuat hidangan ini memiliki cita rasa berbeda, apalagi jika disantap dengan lauk khas Medan.
4. Memek – Aceh
Jangan traveling! Di Aceh, memek adalah kuliner tradisional berbahan dasar ketan, pisang, dan santan yang dimasak menjadi bubur manis.
Namanya memang mengundang tawa, apalagi bagi orang di luar Aceh. Namun, memek bahkan mendapat pengakuan sebagai salah satu warisan budaya kuliner khas daerah tersebut.
5. Kue Tete/Kue Ape – Betawi, Jakarta
Kalau yang ini mungkin lebih sering kamu temui di jajanan kaki lima. Kue tete (atau kue ape) dinamakan begitu karena bentuknya dengan tonjolan di tengah menyerupai payudara.
Walau namanya nyeleneh, kue ini digemari banyak orang karena rasanya gurih dan legit, dengan pinggiran yang renyah.
6. Kue Peler Bedebu – Kepulauan Seribu
Nama yang satu ini bisa bikin salah fokus: kue peler bedebu. Meski terdengar vulgar, kue ini sebenarnya terbuat dari sagu dan gula merah.
Dinamakan demikian karena bentuknya serta taburan tepung yang membuatnya tampak berdebu.
Masyarakat setempat tetap bangga menyajikannya, apalagi untuk acara-acara tradisional.
7. Kuku Macan – Berbagai Daerah
Bentuk jajanan ini panjang runcing, mirip kuku macan. Dari situlah nama kuku macan berasal.
Rasanya manis gurihdengan tekstur renyah, cocok untuk teman minum teh atau kopi. Nama yang cukup garang, ya?
8. Kerupuk Upil – Cirebon
Di Cirebon, ada camilan yang namanya bikin ngakak: kerupuk upil. Disebut begitu karena ukurannya yang kecil-kecil, mirip upil.
Jangan jijik dulu, karena rasanya gurih dan renyah, sering jadi pelengkap makan nasi atau camilan ringan.
9. Kerupuk Melarat – Cirebon
Masih dari Cirebon, ada juga kerupuk melarat. Namanya menggambarkan cara memasaknya yang sederhana, yaitu digoreng dengan pasir panas, bukan minyak.
“Melarat” dalam bahasa Jawa berarti miskin, sehingga kerupuk ini identik dengan kesan sederhana. Meski begitu, rasanya tetap bikin nagih.
10. Kue Ketawa – Pematang Siantar dan Sekitarnya
Namanya terdengar ceria kue ketawa. Disebut begitu karena bentuknya merekah seperti orang yang sedang tertawa.
Dari luar mirip onde-onde, tapi tanpa isian. Teksturnya garing di luar dan empuk di dalam, cocok banget jadi camilan sore.
11. Sate Kere – Solo
Kalau biasanya sate identik dengan daging sapi atau kambing, lain halnya dengan sate kere. Nama “kere” berarti miskin.
Dahulu, sate ini dibuat dari bahan murah seperti tempe gembus atau jeroan, sehingga terjangkau bagi masyarakat kelas bawah. Kini, sate kere justru jadi kuliner khas yang banyak dicari wisatawan.
12. Es Laksamana Mengamuk – Riau
Yang terakhir punya nama dramatis yakni es laksamana mengamuk. Konon, ada kisah legenda di balik namanya, yang melibatkan seorang laksamana marah besar lalu menebas pohon mangga kuweni.
Buahnya jatuh berlimpah, lalu diolah jadi minuman segar dengan santan. Hasilnya, es dengan aroma khas mangga yang segar dan manis.
Sheila Silvina

















