Nasional – Saat ini, media sosial menyajikan berbagai jenis konten dan aktivitas, mulai dari komunikasi dan berbagi informasi melalui teks, foto, hingga video.
Belakangan ini tren miniatur AI bergerak, yang mendominasi postingan di media sosial mulai dari TikTok, Instagram, bahkan hingga aplikasi X.
Tren konten miniatur ini adalah gambar editan AI yang biasanya menampilkan sebuah miniatur yang diletakkan di atas meja kerja, dengan layar komputer menyala menampilkan aplikasi editing. Dan hasilnya tampak begitu nyata, seolah figur tersebut benar-benar diproduksi.
Untuk ikut menggunakan tren tersebut, kamu bisa menggunakan sejumlah aplikasi seperti aplikasi generating image Gemini, adobe photoshop dan lainnya.
Namun, tak sedikit pula yang bertanya, awal mula mengenai tren tersebut. Supaya kamu memahami lebih jelas, simak pembahasan artikel berikut.
Awal Mula Tren Miniatur AI Bergerak
Adapun awal mula munculnya tren ini yakni dari komunitas kreator konten di Asia, terutama setelah beberapa influencer teknologi mengunggah hasil eksperimen mereka menggunakan Gemini.
Gambar miniatur dengan detail realistik mulai dari seragam sekolah, jaket motor, hingga kostum superhero mendapat sambutan hangat.
Tak lama setelah itu, tutorial membuat “miniatur AI diri sendiri” menyebar di platform berita teknologi dan forum kreatif. Bahkan, tidak sedikit situs yang merinci cara mengubah foto biasa menjadi figur miniatur skala 1:7 dengan mudah.
Dengan menambahkan deskripsi detail lewat prompt, maka para pengguna dapat menentukan gaya rambut, warna pakaian, hingga model alas akrilik.
Kemudian, untuk frekuensi selanjutnya datang ketika para kreator menemukan PixVerse AI, platform yang dapat mengubah gambar statis menjadi animasi pendek.
Ketika miniatur dari Gemini tersebut diunggah, pengguna hanya perlu menambahkan instruksi sederhana seperti “make the miniature wave its hand as if greeting”. Dan tentunya, hasil dari polesan tersebut seperti fitur yang hidup dalam hitungan menit.
Sebenarnya, ada sejumlah alasan mengapa tren miniatur AI bergerak merebut perhatian publik, yakni:
– Mudah diakses
Tentunya tidak diperlukan keahlian khusus seperti desain grafis.
– Hanya butuh internet
Kemudian, siapapun bisa mengaksesnya hanya dengan smartphone dan internet, siapa pun bisa membuat figur digital. Kedua, menghadirkan sentuhan personal.
– Representasi diri
Figur miniatur bukan hanya karya seni generik, melainkan representasi diri. Hal ini membuat orang merasa lebih dekat dengan hasilnya, seolah punya versi kecil dari dirinya sendiri.
Septi Widiyarti

















