Bengkulu Utara – Gas. Elpiji 3 Kg mulai sulit di Kabupaten Bengkulu Utara.
Safri, salah satu pedagang kawasan Kelurahan Purwodadi, Arga Makmur, mengaku sudah tiga hari tidak lagi mendapatkan pasokan gas.
“Sudah tiga hari kosong. Mau beli ke mana pun tidak ada. Untuk masak, saya sampai pinjam tabung tetangga,” ujarnya kepada RBTV, Sabtu (21/02)
Eli juga menyampaikan keluhan serupa. Hampir sepekan terakhir keliling cari gas.
.“Dicari sampai ke kecamatan lain, bahkan sampai dititip beli ke kota. Tetap susah,” katanya.
Harga Tembus Rp 35 Ribu
Selain langka, harga jual juga mengalami kenaikan signifikan.
Di pangkalan, LPG yang seharusnya dijual sesuai HET Rp20.000 per tabung untuk wilayah Kecamatan Arga Makmur, kini dibeli warga dengan harga Rp22.000 hingga Rp23.000.
Di tingkat warung atau pengecer, harga bahkan menembus Rp30.000 sampai Rp35.000 per tabung.
Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa membeli dengan harga tinggi karena tidak memiliki alternatif lain untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Di pangkalan kadang 22 ribu kadang 23 ribu satu tabung. Kalau di warung eceran 30 ribu, kalau lagi sulit begini bisa 35 ribu satu tabung,” pengakuan Eli.
Berbanding Terbalik dengan Klaim Tambahan Pasokan
Situasi ini bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah bersama Pertamina yang menyalurkan tambahan ribuan tabung LPG menjelang Ramadan.

















