Bengkulu – Sebuah perahu nelayan asal Kelurahan Lempuing karam akibat badai, pada Minggu (05/04) sekitar pukul 17.00 WIB.
Perahu tersebut tebalik saat keduanya berada di kawasan kuala pantai pasir putih.
Dalam insiden tersebut, seorang nelayan bernama Beri (62) berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian.
Namun rekannya, Sapril alias Ujang Sidik (53), hingga kini masih hilang
Tim gabungan dari Polairud, Basarnas, dan unsur terkait lainnya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
Namun, memasuki malam hari, kondisi cuaca semakin memburuk dengan intensitas hujan tinggi dan gelombang yang masih bergejolak,
Demi faktor keamanan, sehingga tim menunda proses pencarian pada malam hari.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bengkulu, AKBP Hadi Joko Susilo.
“Saat ini pencarian kita tunda sementara karena cuaca buruk dan akan lanjut besok pagi.
Selain itu, BPBD sudah mendirikan tenda posko di Jengalu Adventure Camp untuk koordinasi lebih lanjut.” Ujarnya.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban bersama warga masih bersiaga di sekitar posko Jengalu Adventure Camp.

















