Seluma – Penyidik Satreskrim Polres Seluma menggali motif terjadinya peristiwa perkelahian yang mengakibatkan nyawa melayang pada Jumat (28/11) sore di Kabupaten Seluma
Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP. Prengki Sirait menyebut peristiwa ini latar belakangnya masalah lama yakni perkara batas pekarangan rumah.
Permasalahan ini sebelumnya pernah difasilitasi dan dimediasi oleh Pemerintahan Desa Tanjung Seru.
“Untuk motifnya setelah kita mintai keterangan dari pelaku, bahwa ada permasalahan sengketa pekarangan rumah. Memang sudah beberapa kali pemerintah desa untuk memfasilitasi untuk menyelesaikan tapi si pelaku tidak pernah hadir saat dilakukan mediasi,” tutur AKP. Prengki Sirait.
Sementara itu, dihadapan penyidik pelaku IG mengaku sebelum kejadian memang sudah sempat terjadi ribut mulut dengan korban Haryanto (45) yang dipicu karena pelaku tidak senang dipelototi oleh korban.
Almarhum Haryanto kemudian mengambil besi siku dan melempar pelaku, namun tidak mengenainya karena pelaku berhasil mengelak.
Kemudian Almarhum Haryanto lanjut mengambil besi bekas tiang parabola yang ada di sekitar rumahnya dan hendak kembali menyerang pelaku, sedangkan pelaku pun langsung mencabut pisau dari pinggangnya.

Perkelahian tersebut akhirnya berhasil dilerai oleh tetangga lainnya yang melihat kejadian ini, dan pelaku memilih pulang ke rumahnya.
Puncaknya, berselang setengah jam kemudian, pelaku kembali keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari sarung pisau parangnya yang terjatuh saat dilerai warga.
Namun pelaku baru berjalan sejauh 50 meter tepat di depan rumah Burlian, almarhum Haryanto berusaha kembali mendekat dan menghadang pelaku, hingga keduanya kembali terlibat cekcok mulut.
Lantaran pelaku terpancing tantangan korban, kemudian turun dari sepeda motornya dan langsung mengayunkan pisau parangnya dan mengenai bagian kepala sebelah kanan korban.
Kendati kepalanya sudah terluka, korban tetap berusaha kembali menangkap tangan pelaku untuk merebut pisau parangnya, sembari korban menggigit tangan kanan pelaku hingga terluka.
Posisi keduamya yang sama-sama berdiri sedang memperebutkan pisau yang dipegang pelaku, membuat korban berinisitif menggigit tangan sebelah kanan pelaku hingga terluka, dengan maksud agar pisau pelaku terlepas.
Namun kondisi ini justru membuat pelaku makin agresif mengarahkan pisaunya ke arah perut korban, hingga pisau parangnya menusuk bagian perut korban.
“Pas keluar rumah pakai motor, korban itu datang menghadang saya mengajak berkelahi, terus saya terpancing saya turun dari motor langsung saya cabut pisau dan mengenai kepalanya, korban terus ingin merebut pisau saya dengan mengigit tangan kanan saya sampai terluka, terus pisau saya arahkan ke perutnya, sudah terkena perut pisau saya lepas, dan korban pun melepaskan gigitannya ke tangan saya, sudah itu tetangga saya Burlian datang melerai, saya langsung kabur,” ucap IG pelaku pembunuhan.
Melihat duel ini, tetangga lainnya bernama Burlian yang ikut menjadi saksi mata dalam kejadian ini, berusaha sekuat tenaga melerai keduanya.
Pasca kejadian, korban yang dilarikan warga ke IGD RSUD Tais, namun nyawanya tak sempat tertolong lagi
Jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarganya dan di semayamkan di rumah mertuanya di Desa Tanjung Seru Kecamatan Seluma Selatan, sebelum akhirnya dikebumikan di TPU setempat pada Sabtu (29/11) pagi.
(Hari Adiyono)

















