<strong>Bengkulu </strong>- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu mengeluarkan maklumat Nomor : C - 014/DP-K/II/2026 sebagai pedoman bagi umat Islam di Kota Bengkulu dalam menjalankan ibadah Ramadan 1447 H. Penyusunan maklumat berdasarkan pertimbangan Al-Qur’an, Hadis, serta hasil pleno Dewan Pimpinan MUI Kota Bengkulu. Maklumat ini bertujuan untuk mengajak umat muslim Bengkulu menyambut Ramadan tahun 2026 dengan penuh kesungguhan dan keimanan. <h2>7 Poin Isi Maklumat MUI Kota Bengkulu</h2> 1. Mengajak seluruh umat Islam di Kota Bengkulu untuk bergembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H sebagai ungkapan rasa syukur karena kembali bertemu dengan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan. 2. Jika terjadi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H, maka hendaknya dapat disikapi dengan bijak, saling menghormati dan menghargai tanpa mengurangi kekhusyukan dan kualitas pelaksanaan ibadah puasa. 3. Memanfaatkan kehadiran bulan Ramadhan untuk sarana lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan melakukan: <ul> <li>Ibadah puasa,</li> <li>Qiyamu Ramadhan,</li> <li>Zakat,</li> <li>Infaq,</li> <li>Sedekah,</li> <li>Membaca Al-Quran,</li> <li>Memperbanyak berzikir serta senantiasa berdoa kepada Allah 'Azza wa Jalla</li> <li>Memakmurkan masjid/i'tikaf.</li> </ul> 4. Menghimbau masyarakat dan pengurus masjid untuk memulai tradisi membangunkan sahur dengan lebih tertib dan bermakna.<!--nextpage--> Sekaligus menghidupkan sunah azan subuh yakni: Adzan Awal 60 (enam puluh) menit sebelum masuk waktu subuh guna membangunkan masyarakat untuk sahur dan persiapan subuh. Adzan Tsani menunjukkan masuknya waktu shalat subuh. 5. Pengusaha kuliner seperti rumah makan, restoran dan sejenisnya agar tidak beroperasi pada siang Ramadhan sebagai bentuk memuliakan kesucian bulan Ramadhan serta penghormatan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. 6. Menyerukan kepada lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam dan pengurus masjid/musala untuk menghidupkan syiar Ramadhan melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti: <ul> <li>Pesantren Ramadhan,</li> <li>Kajian keislaman,</li> <li>Ceramah,</li> <li>Taushiyah.</li> </ul> 7. Menghimbau masyarakat dan aparat terkait lebih intens mengawasi dan menindak penyakit masyarakat seperti: <ul> <li>Miras,</li> <li>Prostitusi,</li> <li>Musik,</li> <li>Tarian erotis,</li> <li>Mercon dan kembang api.</li> </ul> Ini untuk menjaga ketenangan bersama dan menjaga kesucian bulan Ramadhan serta menghormati orang yang berpuasa guna mendukung Bengkulu Kota Religius.<!--nextpage--> <strong>(Rendra)</strong>