Nasional – September 2025, di beberapa daerah memasuki musim hujan dengan intensitas yang cukup bervariasi, termasuk di provinsi Bengkulu.
Ketika memasuki musim penghujan beberapa daerah di Bengkulu dilaporkan terdampak banjir, termasuk di kota Bengkulu. Bahkan banjir kerap kali menjadi persoalan bagi pemerintah dan juga masyarakat.
Pada dasarnya banjir adalah bencana alam yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba. Bahkan beberapa daerah di kota Bengkulu yang menjadi langganan banjir harus waspada ketika curah hujan yang cukup tinggi.
Lantas, wilayah mana saja yang menjadi langganan banjir di kota Bengkulu?
Wilayah Langganan Banjir di Kota Bengkulu
Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, ada tiga kecamatan yang langganan banjir di Kota Bengkulu.
Hal ini lantaran tiga Kecamatan ini sangat dekat atau berada di bantaran Sungai Bengkulu. Ketiga wilayah tersebut adalah:
– Muara Bangkahulu : meliputi wilayah Kelurahan Rawa Makmur.
– Sungai Serut : meliputi wilayah Kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Semarang, dan Surabaya
– Ratu Agung : Sawah Lebar.
Daerah Rawan Banjir
Maka ada juga wilayah lain yang juga mendapatkan atensi sebagai wilayah yang rawan terkena banjir di Kota Bengkulu seperti di Kecamatan Kampung Melayu, di Kelurahan Bumi ayu, Kecamatan Selebar yang terletak di belakang Wisma Haji.
Selanjutnya, Kecamatan Singaran Pati, di Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Gading Cempaka, di belakang sekolah Poltekes, dan Kecamatan Teluk Segara, di Kelurahan Pasar Bengkulu.
Wilayah-wilayah ini juga kerap terdampak banjir meskipun tidak sesering pada tiga Kecamatan yang disebutkan di atas.
Nah, untuk mengatasi banjir di Kota Bengkulu, pemerintah terus berupaya untuk melakukan pergerakan seperti melakukan pembangunan infrastruktur drainase, kolam retensi, dan normalisasi saluran air.
Namun, Gerak pemerintah ini tentu saja akan sia-sia jika dari masyarakat sendiri tidak memiliki kesadaran untuk membantu melakukan perubahan seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta membuat biopori untuk meningkatkan resapan air di lingkungan rumah.
Dalam kasus menekan risiko banjir, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial untuk, dengan tugas pemerintah memperbaiki infrastruktur dan masyarakat menjaga kebersihan serta melakukan tindakan pencegahan di tingkat rumah tangga.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan waspada terhadap potensi banjir, serta segera menghubungi pihak berwenang seperti BPBD jika membutuhkan bantuan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Putri Nurhidayati

















