Akibat insiden tersebut, Ahmad Devano meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam bagian belakang truk yang tengah berhenti di badan jalan.
Benturan keras membuat korban mengalami luka fatal hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, penumpang sepeda motor yang dibonceng korban, yakni Gendi Hartono, mengalami luka berat. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Mukomuko melalui KBO Satlantas, Iptu. Selamet, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan Syafrijal melaju dari arah Sumatera Barat menuju Bengkulu.
Saat hujan turun, pengemudi menghentikan kendaraannya di badan jalan dengan maksud menutup jendela pintu sebelah kiri truk.
“Truk tersebut berhenti di badan jalan. Namun saat itu tidak terdapat tanda atau rambu peringatan yang dipasang untuk memberi tahu pengendara lain bahwa kendaraan sedang berhenti,” ujar Iptu Selamet.
Pada saat yang bersamaan, dari arah belakang datang sepeda motor yang dikendarai kedua pelajar tersebut. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, sepeda motor itu akhirnya menabrak bagian belakang truk yang tengah berhenti di badan jalan.

















