Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu berkolaborasi dengan Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu dan Bank Tabungan Negara (BTN) menggalakkan program baru.
Program itu bernama Satu Pohon Buah, Satu Rumah (SAPOH SURU).
Pemkot mendorong agar masyarakat menanam minimal satu pohon buah yang ke depan bisa dimanfaatkan buahnya, selain bisa menyejukkan rumah.
Hasil koordinasi yang dilakukan REI Bengkulu dan pimpinan BTN, dalam waktu dekat program tersebut akan direalisasikan dan dimulai dari perumahan di bawah naungan REI Bengkulu.
Ketua REI Bengkulu, Syamsu Ihwan menjelaskan pihaknya akan menyiapkan sekitar 1.000 pohon dari berbagai macam jenis buah untuk dibagikan ke masyarakat.
Kami berkolaborasi bersama Pemkot Bengkulu mencanangkan program menanam buah di setiap rumah yang ada di kota Bengkulu.
Kita sudah siapkan 1.000 pohon buah. Kami sadar dalam pembangunan lahan perumahan kerap menebang pohon, meskipun itu semak belukar.
“Anggaplah ini langkah replanting atau pengganti pohon-pohon tersebut, tapi lebih bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Syamsu, Senin 8 September 2025.
Program ini didukung Kepala BTN Bengkulu, Indrianti yang menurutnya sejalan dengan program ESG (Environmental, Social, and Governance) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.
“REI yang merupakan partner terbesar kita juga sangat mendukung program ini sehingga berjalanlah program ini. Mudah-mudahan nanti di minggu keempat kita akan menanam seribu pohon buah,” jelasnya.

Gagasan ini pun disambut baik Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi yang mendukung penuh program tersebut yang sama dengan program Genambah atau gerakan menanam buah di perkantoran, sekolah dan lingkungan perumahan.
“Dalam rangka untuk bagaimana melestarikan alam, kemudian kita juga ingin Bengkulu ini nanti banjir buah. Kita menargetkan satu pohon buah satu rumah.
Dimulai dengan REI, menanam kurang lebih ada seribu bibit. Nanti kami juga akan programkan seluruh rumah itu kita minta mereka menanam,” kata Dedy.
Wali Kota mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan satu bibit pohon buah untuk nanti pada hari puncaknya 28 Oktober akan dilakukan penanaman serentak se-Kota Bengkulu.
Bagi masyarakat yang sudah ada pohon buah, tambah lagi. Memang pohon-pohon pelindung itu penting, tapi akan lebih penting pohonnya itu ada buahnya, ada hasilnya, lebih produktif.
“Misal ketaping, atau misalkan beringin besar, tapi nggak ada buahnya. Nah kita pilih yang ada buahnya. Kalau gak mau beli, bisa dicangkok. Gak perlu biaya,” tutup Dedy.
(Verdi Dwiansyah)

















