Sedangkan retret menjadi ruang perenungan, pembaruan komitmen, serta penguatan iman.
“Keduanya menyatu dalam diri ASN yang beriman, berintegritas, dan berjiwa nasionalis,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan pembinaan mental dan spiritual ASN, selama tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, kebhinekaan, dan netralitas sebagai pelayan publik.
Persekutuan Doa Jadi Wadah Pembinaan Iman
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Provinsi Bengkulu, Moses Sinaga, menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar peneguhan jabatan dalam organisasi rohani, melainkan juga amanah pelayanan.
“Jadikan persekutuan doa ini sebagai wadah pembinaan iman yang inklusif, membangun, serta mendukung program-program pembangunan daerah,” pesannya.
Retret Merah Putih dan Persekutuan Doa ASN Kristiani diharapkan menjadi ruang untuk saling menguatkan, bukan membedakan, serta menjadi sarana membangun karakter, bukan sekadar rutinitas kegiatan.

















