Bengkulu – Kuota siswa Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu tak terpenuhi.
Dinas Sosial Provinsi Bengkulu akhirnya mengambil langkah dengan mengalihkan puluhan kuota jenjang Sekolah Dasar itu ke kuota tingkat SMA.
Kepala dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda menyampaikan bahwa alasan utama kuota tak terpenuhi karena kurang peminat.
Untuk itu, Swifanedi Yusda mengatakan dari hasil petunjuk Kementerian Sosial, kuota jenjang SMA dari 90 orang akan bertambah menjadi 120 orang.
“Kurang peminat yang pasti, dan atas petunjuk Kemensos maka kami alihkan kuotanya dan saat ini sudah lengkap atas pengalihan,” kata pria yang akrab disapa daSwi tersebut, Rabu (24/6).
Untuk alasan sendiri, kebanyakan orang tua tak ingin untuk melepas anaknya masuk ke jenjang Sekolah Dasar yang mewajibkan tinggal di asrama.
“Kendala ada pada orang tua yang tak ingin berpisah dengan anaknya.
Karena kita kan sistem asrama dan siswa wajib tinggal di asrama, karena segala keperluan kan jadi anggung jawab sekolah,” tutupnya.
Pada kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru ini, seluruh siswa dan siswi sekolah rakyat terutama kota Bengkulu telah menempati gedung baru, karena pembangunan telah selesai.
(Nico Relius)

















