Bengkulu – Periuk nasi puluhan karyawan perkebunan kelapa sawit dari PT Bumi Raflesia Indah di Bengkulu Tengah di ujung tanduk.
Selasa, 23 Desember 2025, puluhan karyawan tersebut mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu.
Mereka mengadu karena terancam tidak bekerja lagi akibat ribuan hektar lahan yang selama ini digarap PT BRI telah diserahkan kepada pemerintah.
Lahan tersebut akan digunakan pemerintah untuk pembangunan fasilitas umum.
Sementara Hak Guna Usaha sudah habis sejak delapan tahun lalu, sehingga kegiatan perkebunan terancam terhenti.
Ketua Serikat pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Bengkulu Septi Peryadi yang mendampingi para karyawan PT Bumi Raflesia Indah ini mempertanyakan langsung kejelasan lahan tersebut.
Septi mengatakan ratusan keluarga menggantungkan kehidupan dari hasil bekerja di perusahaan tersebut.
Jika pemerintah tidak ikut campur tangan, Septi menegaskan bahwa secara tidak langsung ada lepas tangan dan penelantaran hajat hidup orang banyak.

SPSI pun mempertanyakan kejelasan aktif atau tidaknya PT BRI, karena selama ini selalu menaati pajak yang selalu diterima negara.

















