Bengkulu – Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, S.Sos, MH, menyatakan personel Satreskrim masih mendalami penyebab kematian Muhammad Fathi Dzulfikar (17), pelajar SMA 9 Kota Bengkulu yang ditemukan di Sungai Serut Kota Bengkulu pada 29 Desember 2025.
Hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik menunjukkan adanya air dan pasir dalam paru-paru korban. Menurut Kapolresta Kombes Pol Sudarno, temuan ini membuktikan bahwa korban masih hidup saat tenggelam.
“Dengan air yang masuk ke dalam paru-paru, artinya bukan meninggal sebelum tenggelam,” ungkap Kombes Pol. Sudarno.
Kombes Pol. Sudarno menambahkan penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.
“Apakah kecelakaan atau ada hal lain, ini masih menjadi penelusuran personel,” terang Kombes Pol. Sudarno.
Pihak keluarga juga menunggu jawaban atas penyebab kematian korban.
“Dari hasil autopsi yang ada, masih ada lagi yang kami dalami, yakni apa penyebab dia ke air, apakah ada dorongan atau yang lain,” tambah Sudarno.
Rendra Aditya

















