Seluma – Polisi merilisi tampang pelaku begal yang buang korbannya di depan SMPN 23 Seluma.
Kapolres Seluma AKBP. Bonar Ricardo P. Pakpahan bersama Kapolsek Sukaraja Iptu Catur Teguh Susanto dan Kasi Humas Polres Seluma Iptu. Desty Sukarlia Sari merilis secara resmi pelaku curas terhadap korban anak bernama Muhammad Agung Rasiq pada Jumat (22/8) malam.
Dari press rilis yang disampaikan, ketiga pelaku yakni, AS (18), MR (21), dan RS (13) warga Kelurahan Panorama Kota Bengkulu.
Mereka ditangkap pada Sabtu (23/8) malam saat sedang nongkrong sekitar pukul 21.00 wib ketika ketiga pelaku sedang nongkrong di pinggir jalan Gandaria, Kelurahan Panorama.
Hasil interogasi penyidik, ketiga pelaku menunjukkan lokasi sepeda motor milik korban yang disembunyikan di semak-semak kawasan Kabupaten Kepahiang karena kehabisan bensin.

Sepeda motor hasil curas alias begal itu akan dijual para pelaku ke wilayah Lintang Empat Lawang, Sumatera Selatan.
“Ketiga pelaku berhasil kita amankan, beberapa jam, tidak sampai 1×24 jam pasca kejadian, karena kita dari Polsek Sukaraja juga di backup Subdit Jatanras Polda Bengkulu,” kata Kapolres.
“Sepeda motor korban ditinggal di semak-semak di wilayah Kabupaten Kepahiang, karena para pelaku berniat menjual ke Lintang Empat Lawang,” tambah Kapolres AKBP. Bonar Ricardo P. Pakpahan.
AKBP. Bonar Ricardo P. Pakpahan mengatakan, salah satu dari pelaku ada yang berstatus anak bawah umur. Untuk itu akan dikembalikan ke orang tuanya, namun proses hukumnya tetap berjalan.
Para pelaku begal yang diamankan ini baru pertama kali melakukan tindak kriminal dan bukan residivis.
“Iya, untuk pelaku yang masih di bawah umur kita kembalikan ke orang tuanya, tapi proses hukumnya tetap berjalan, tidak ada residivis, karena mereka ini baru pertama kali berbuat kriminal,” tambahnya.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 365 KUHP ayat 1 dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

Kronologis Perampasan Sepeda Motor
Korban bernama Muhammad Agung Rasiq (13), warga Jl. Karang Indah Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar RT 7 RW 03 Kota Bengkulu, menjadi korban begal atau perampasan sepeda motor jenis Yamaha Mio M3 pada Jumat (22/8) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban saat itu baru saja mengantarkan nasi untuk orang tuanya yang berjualan di pasar panorama dan kemudian dipanggil para pelaku saat akan mengisi bensin di Jalan Gandaria.
Ketiga pelaku awalnya minta dibonceng dan diantar ke Simpang SLB, namun itu hanya modus dan akhirnya pelaku membawa korban hingga ke depan SMPN 23 Seluma.
“Awalnya saya dipanggil ketiga pemuda yang tidak saya kenal kemudian saya berhenti karena mereka meminta tolong diantar ke simpang SLB, jadi saya merasa iba makanya saya antarkan,” ucap Muhamad Agung Raziq.
Korban saat itu tidak bisa melawan, karena salah satu dari pelaku mencekik korban saat di atas sepeda motor.
Beruntung warga sekitar yang mendengar korban berteriak minta tolong langsung dibantu untuk menghubungi Polsek Sukaraja, sebelum akhirnya diantar pulang kembali ke rumah orang tuanya di Kota Bengkulu.
(Hari Adiyono)

















