Seluma – Polres Seluma melakukan penyelidikan intensif terhadap dugaan aktivitas kelompok gangster yang mulai meresahkan masyarakat.
Sebelumnya viral sebuah video sekelompok remaja bermotor dengan membawa senjata tajam (gangster) yang diduga terjadi di ruas jalan Kabupaten Seluma.
Langkah-langkah pencegahan hingga penindakan tegas kini disiapkan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo Pakpahan menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme atau bentuk kekerasan jalanan apa pun,.
Tanpa terkecuali bagi kelompok remaja yang terindikasi membentuk geng motor.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Seluma meningkatkan intensitas patroli malam di sejumlah titik rawan seperti kawasan pemukiman padat, jalur sepi, taman kota. Serta tempat-tempat umum yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja.
Selain itu, penguatan sistem intelijen lapangan dan koordinasi dengan polsek jajaran juga terus dilakukan.

Ajak Tokok Masyarakat dan Sekolah
Polres juga menggandeng tokoh masyarakat, perangkat desa dan pihak sekolah guna melakukan pendekatan persuasif terhadap para pelajar dan remaja.
Langkah ini dilakukan dengan harapan bisa mencegah mereka terseret dalam aktivitas kriminal.
Kapolres Seluma menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim inteljen untuk menelusuri kebenaran video yang beredar tersebut.
Apakah video yang beredar tersebut terjadi di ruas jalan lintas wilayah Kabupaten Seluma atau di daerah lain.
Selain itu, Polres Seluma membuka saluran pengaduan masyarakat melalui media sosial resmi dan nomor layanan cepat.
Masyarakat diminta berperan aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan yang dapat mengancam stabilitas keamanan lingkungan.
Kapolres juga mengimbau peran serta para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya.
Ia menegaskan bahwa banyak kasus kenakalan remaja berawal dari pengawasan keluarga yang lemah.
“Ada remaja yang memang naik motor, makanya itu setiap ada remaja yang menggunakan motor secara berkumpul, untuk patroli pasti akan menanyakan dan memang menghimbau untuk kembali ke rumahnya. Untuk saat ini mungkin hanya sebatas itu. Namun, kalau dalam patrol ada kedapata membawa senjata tajam, ini nanti ada proses hukumnya,” ucap AKBP. Bonar Ricardo P. Pakpahan.
Hari Adiyono

















