Mukomuko – Meski petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan dituntut harus serba bisa. Namun personel Disdamkarmat Kabupaten Mukomuko masih jauh kekurangan.
Sehingganya dinas ini membentuk tim relawan di setiap desa dan kelurahan. Saat ini sudah ada 122 orang yang tersebar di 61 desa yang ada di tujuh Kecamatan.
Relawan ini, selain mengcover petugas pemadam kebakaran juga dididik melakukan penanganan evakuasi dan proses penyelamatan lainnya, termasuk menangani hewan liar dan berbahaya sekalipun.
Tidak adanya anggaran untuk merekrut tenaga baru dan penggajian menjadi salah satu alasan direkrutnya relawan ini.
Sebelumnya Disdamkarmat telah mengusulkan alokasi anggaran untuk merekrut tiga hingga empat tenaga yang berstatus honorer daerah.
Namun adanya regulasi tidak adanya tenaga honorer tambahan sehingga usulan tersebut tidak diakomodir dalam APBD maupun APBD-P 2025.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ramdani mengatakan, para petugas ini secara sukarela atau tidak menerima honor atau gaji dari dinas, dalam menjalankan tugas mulianya sebagai relawan.
Namun pihaknya akan mengusulkan peraturan Bupati untuk mebuat penghasilan tambahan terhdap petugas yang menjalankan tugas.
“Sekarang kan damkar itu lebih fokus ke masalah kebakaran, sedangkan tupoksi kami itu ado penyelamatan, termasuk menyelamatkan dari ancaman hewan buas, ya ular, kera, kemudian binatang-binatang lain yang mengancam masyarakat. Tapi, karno tidak ada lagi penambahan jumlah honorer, nah itu yang kami tidak bisa mengusulkan penambahan lagi. Kebijakan pemerintah kan tidak boleh lagi menambah,” nasional Ramdani, Se, M.Si
Dwi Anggi Saputra

















