Bengkulu – Pasca kunjungan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai hingga kini belum menunjukkan progres yang signifikan.
Wakil Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Bengkulu, Edi Haryanto menyebut kondisi pendangkalan alur masih terus terjadi.

Karena itu INSA meminta PT Rukindo dan Pelindo menindaklanjuti arahan Menko AHY secara serius.
Hal ini penting mengingat Pelabuhan Pulau Baai kini menjadi atensi nasional.
Dampak dari pendangkalan alur juga berimbas pada tersendatnya perekonomian daerah.
Edi menambahkan, kapal keruk yang digunakan masih sering mengalami kerusakan.

Selain itu kapal karam juga menjadi pemandangan biasa sejak pelabuhan mengalami pendangkalan.
Terbaru Jumat pagi lalu, Kapal Seluma Express sempat karam, beruntung kondisi ini bisa segera diatasi.
“Setelah kunjungan Bapak AHY ke Pulau Baai, beliau melihat langsung rencana pengembangan alur pengerukan. Instruksi dari Presiden juga sudah jelas, namun hingga kini belum terlihat peningkatan signifikan di lapangan. Kami berharap pihak terkait benar-benar serius menindaklanjuti, karena persoalan pendangkalan Pulau Baai sudah menjadi sorotan nasional dan memengaruhi ekonomi Provinsi Bengkulu,” ujar Edi Haryanto.
Verdi Dwiansyah

















