Bengkulu – Sebuah video penggerebekan pasangan bukan muhrim di Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, beredar luas di jejaring sosial.
Dua video berdurasi 25 detik dan 19 detik itu memperlihatkan seorang pria berkaos dalam dan celana pendek gelap, tertunduk lesu saat dikelilingi warga.
Pria tersebut diketahui berinisial RI, salah seorang karyawan perusahaan yang bergerak di bidang sawit.
Ia digerebek bersama seorang ibu rumah tangga berinisial NI, warga Dusun I Desa Sido Mukti.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/9) sekitar pukul 23.10 WIB. Keduanya sempat diamankan warga, sebelum kemudian diserahkan kepada aparat untuk meredam emosi massa.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Eko Munarianto, melalui Kapolsek Padang Jaya, Iptu. Nofriyanti, membenarkan kejadian tersebut.
“Semalam keduanya dibawa warga ke Polsek untuk diamankan,” jelas Iptu. Nofriyanti, Minggu (21/9).
Namun pada Minggu pagi pihak keluarga bersama pemerintah Desa Sido Mukti mendatangi Polsek Padang Jaya untuk menjemput keduanya, dengan alasan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
“Pagi tadi dijemput keluarga dan pemerintah desa. Hingga hari ini tidak ada pihak yang membuat laporan resmi, sehingga keduanya kami kembalikan ke pemerintah desa,” tambah Iptu. Nofriyanti.
Ia menegaskan, kepolisian masih menunggu perkembangan dari pihak desa mengenai penyelesaian peristiwa tersebut, sekaligus memastikan tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.
“Kami masih tunggu informasi dari pihak desa, sampai sore ini belum ada kabar. Tapi jika ada pihak yang melaporkan secara resmi, tentu akan kami proses,” tegasnya.
Kapolsek menambahkan, NI merupakan ibu rumah tangga berstatus masih memiliki suami yang saat ini merantau bekerja di Provinsi Jambi. Sementara RI merupakan pendatang.
Saat digerebek warga, keduanya tidak ditemukan sedang melakukan perbuatan asusila. Namun warga emosi lantaran dua sejoli bukan muhrim terlebih perempuan yang sudah berstatus istri orang, mengurung diri di dalam rumah.
“Saat digerebek itu memang keduanya sedang tidak melakukan apapun, namun warga emosi. Perempuan sudah memiliki suami, sedang ada di Jambi,” tambah Kapolsek.
Sementara itu Kepala Desa Sido Mukti, Suyanto, hingga berita ini dirilis belum memberikan keterangan resmi. Beberapa kali dihubungi untuk dimintai konfirmasi, belum merespons.
(Novan Alqadri)

















