Menurut Andi, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi adalah komitmen bersama.
Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Kejari juga memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya budaya integritas dan kejujuran.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa proses hukum yang selama ini kami jalankan adalah bagian dari komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih.
Edukasi anti korupsi harus terus digaungkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kedekatan yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Sejumlah warga yang menerima takjil mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut.
Selain meringankan beban pengguna jalan, aksi ini juga dinilai membawa pesan positif tentang pentingnya menjauhi praktik korupsi.
Melalui momentum Ramadan, Kejari Bengkulu Utara berharap semangat berbagi dan nilai-nilai integritas semakin tumbuh di tengah masyarakat.
















