Bengkulu – Khaira Nur Sabrina dan Kakaknya Aprilia masih menjalani perawatan di RSUD M Yunus. Seperti diketahui, Khaira yang berusia 1 tahun 8 bulan beberapa waktu lalu mengeluarkan cacing gelang dari mulut dan hidung.
Begitu juga dengan Kakaknya Aprilia, juga ditemukan cacing gelang bersarang di tubuhnya.
Keduanya dirujuk ke Kota Bengkulu sejak Senin sore. Bagaimana perkembangan kondisi Khaira dan Aprilia yang merupakan warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma ini?
Disampaikan Plt Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dr. drg. Edriwan Mansyur, MM, kondisi Khaira dan Aprilia pada Kamis (18/9) sudah semakin membaik.

“Dibanding ketika pertama kali sampai ke Bengkulu (ketika dirujuk ke RSUD M Yunus dan RS Ummi), kondisinya kan (Khaira) sangat mengkhawatirkan. Tapi sekarang Alhamdulillah keduanya (Khaira dan Aprilia) sudah membaik,” ujar Edriwan.
Masih menurut Edriwan, di rumah sakit, Khaira dan Aprilia ditangani tim khusus. Tidak hanya dokter spesialis anak namun juga dokter spesialis bedah anak.
Sebelumnya memang ada opsi untuk dilakukan operasi terhadap Khaira. Namun setelah diintervensi dengan obat cacing, hasilnya cukup positif sehingga opsi operasi tidak dilakukan.
“Sesak napasnya sudah jauh berkurang. Perutnya yang semula keras, sekarang sudah lembut. (Khaira) Sudah bisa menangis, merengek. Itukan ketika cacingnya keluar dari tubuh, sekaligus mengeluarkan penyakitnya juga,” lanjut Edriwan.
Walaupun kondisi Khaira dan Aprilia sudah jauh membaik, namun tim yang menangani kedua saudara ini terus melakukan pemantauan ketat. Apalagi sebelumnya ketika dirontgen masih ditemukan larva cacing pada paru-parunya.
Lebih lanjut Edriwan menyatakan kondisi yang dialami Khaira dan Aprilia ini menjadi perhatian serius Gubernur Helmi Hasan. Karenanya gubernur memerintahkan semua pihak terkait untuk menanganai Khaira dan keluarga.
Penanganan ini tidak hanya usaha untuk memulihkan kondisi Khaira dan Aprilia, namun juga terkait lingkungan tempat tinggalnya. Sebelumnya Gubernur Helmi Hasan sudah memastikan rumah Khaira dan keluarganya akan dibangun sehingga layak dihuni.
“Kita berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Karenanya penting bagi masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. Salah satu contoh, kalau anak main ke luar rumah, pastikan memakai sandal sehingga kakinya tidak menyentuk tanah,” harap Edriwan.
Sebelumnya kondisi yang dialami Khaira dan Aprilia ini juga menjadi sorotan Kementerian Kesehatan. Bahkan pada Rabu pagi (17/9) Kemenkes mengirim pejabatnya ke Bengkulu untuk melihat langsung kondisi Khaira dan Aprilia.
Tidak hanya itu pejabat utusan Kemenkes ini juga memantu langsung kondisi rumah Aprilia.
Putri Nurhidayati

















