Bengkulu Utara – Setelah dilaporkan hilang sejak Kamis (16/10), Sayuti Alam (65) warga Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, akhirnya ditemukan.
Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran Sungai Pagardin, Jumat (17/10) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Eko Munarianto melalui Kapolsek Ulok Kupai, Iptu. Andika Rizkiawan Ramadhan membenarkan penemuan ini.
“Benar, korban atas nama Sayuti Alam yang dilaporkan hilang sejak kemarin telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran Sungai Pagardin. Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka,” ujar Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga Desa Pagardin yang sedang melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Saat ditemukan, korban masih mengenakan baju berwarna hitam.
Penemuan jenazah ini sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu warga Desa Pagardin melakukan pencarian manual di tepi sungai dan menemukan korban tersangkut di bebatuan.
Sebelumnya, Sayuti Alam dilaporkan hilang usai diduga hanyut saat menyeberangi Sungai Lelangi, anak Sungai Ketahun, saat pulang dari kebun pada Kamis sore.
Menurut keterangan warga setempat, korban biasa menyeberang sungai dengan berenang karena tidak ada jembatan penghubung. Namun pada hari kejadian, debit air meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu Sungai Ketahun.
Kapolsek menambahkan, proses pencarian dilakukan sejak Kamis malam oleh tim gabungan dari Polsek Ulok Kupai, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
“Pencarian dilakukan hingga pagi hari dan akhirnya korban berhasil ditemukan. Kami turut berduka cita atas musibah ini,” pungkas Iptu Andika.
Korban dikenal warga sebagai sosok pekerja keras yang tetap aktif berkebun meski sudah lanjut usia.
(Novan Alqadri)

















