Seluma – Kegiatan fisik pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Penago I Kecamatan Ilir Talo dipastikan tak selesai dipenghujung akhir tahun 2025 ini.
Kendati demikian, pelaksanaan proyek nasional oleh pihak pelaksana proyek ini terus dikebut.
Pelaksana kegiatan proyek, Supriyono (45) mengaku progres penyelesaian proyek ini baru mencapai sekitar 65 persen. Keterlambatan penyelesaian kegiatan fisik pembangunan kampung nelayan disebabkan beberapa faktor.
Menurutnya, selain sempat terkendala kelangkaan BBM beberapa waktu lalu, curah hujan yang tinggi juga sempat menyebabkan banjir yang merendam areal lokasi proyek saat dilakukan penimbunan tanah di atas lahan gambut.
“Sampai detik ini kalau progresnya sekitar 65 persen, banyak faktor yang menghambat pekerjaan kami, seperti kelangkaan BBM untuk alat angkut dan alat berat, sampai dampak terendam banjir menyulitkan proses pekerjaan para pekerja di areal lahan gambut yang dilakukan penimbunan,” tutur Supriyono.
Lanjutnya, pelaksanaan titik nol baru dilaksanakan pada pertengahan bulan September 2025 lalu, dengan waktu efektif hanya 3 bulan setelahnya.

















