Bengkulu – Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bengkulu, Muhammad Yasin membantah tudingan penganiayaan terhadap Oktarina Syafriantini.
Tudingan penganiayaan yang terjadi di Sekretariat Veteran beberapa waktu lalu itu, menurut Yasin hanyalah karangan cerita.
Selain membantah, pihak LVRI juga mempertanyakan legalitas klaim jabatan Plt Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) yang disandang pelapor.
Yasin menjelaskan bahwa insiden yang terjadi bertepatan dengan momen HUT PPM ke-45 tersebut tidak seperti yang dituduhkan.
Menurutnya, saat itu ia bersama rekan veteran lainnya tengah menggelar rapat internal di ruang Kepala LVRI.
Secara mengejutkan, Oktarina masuk ke dalam ruangan dan langsung melontarkan kata-kata kasar kepada para anggota LVRI yang ada di tempat.
”Tudingan penganiayaan itu tidak benar dan hanya mengarang cerita. Kami memiliki bukti rekaman video di lokasi kejadian yang memperlihatkan tidak ada tindakan kekerasan fisik sama sekali seperti yang ia laporkan,” ujar Muhammad Yasin saat memberikan klarifikasi, Rabu (28/1).


















