Diketahui di tahun 2022, Antam berhasil mencatat produksi bijih nikel mencapai 8,62 juta ton dan feronikel sebesar 24.210 ton.
Jelas saja, pendapatan dari segmen nikel menyumbang angka signifikan, dengan total penjualan mencapai Rp12,03 triliun.
Tambang-tambang nikel Antam tersebar di berbagai wilayah seperti Pulau Maniang, Asera, dan Molawe di Sulawesi Tenggara serta Maba di Maluku Utara.
Menariknya, perusahaan ini juga disebut-sebut sebagai emiten tambang nikel yang paling diminati oleh investor domestik karena rekam jejaknya yang stabil.
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Adapun perusahaan yang menjadi perusahaan nikel terbesar di Indonesia selanjutnya yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ini adalah bagian dari raksasa tambang global asal Brasil, Vale. PT Vale Indonesia Tbk telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 dan memiliki wilayah tambang luas yang mencakup Sorowako (Sulawesi Selatan), Morowali (Sulawesi Tengah), hingga Kolaka (Sulawesi Tenggara).
Dengan konsesi lebih dari 118.000 hektare, perusahaan ini sukses mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,3 triliun pada semester pertama 2023, meningkat 38% dari tahun sebelumnya.

















