Selain bunga yang tengah mekar, KPPL Bengkulu Utara juga mencatat adanya satu bonggol Rafflesia lain yang diperkirakan akan mekar pada awal Januari 2026. Bunga tersebut akan menjadi Rafflesia pertama yang mekar di awal tahun 2026.
“Masih ada satu bonggol yang berpotensi mekar di awal Januari. Jika sesuai perkiraan, itu akan menjadi bunga pembuka di tahun 2026,” tambah Bara.
KPPL Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan rutin terhadap habitat Rafflesia guna menjaga kelestarian puspa langka yang dilindungi tersebut.
Bara juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar turut berperan aktif dalam upaya pelestarian.
“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian Rafflesia. Jangan merusak habitat, jangan menyentuh bunga, dan kami imbau pengunjung menggunakan jasa pemandu atau guide saat berkunjung,” tegasnya.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pengelola wisata, dan kelompok pecinta alam, diharapkan Rafflesia Kemumu Ensis tetap lestari dan terus menjadi ikon wisata alam Bengkulu Utara yang berkelanjutan.

















