<strong>Bengkulu Utara</strong> - Keindahan puspa langka kembali hadir di penghujung tahun 2025. Bunga Rafflesia jenis Kemumu Ensis mekar sempurna di kawasan Kampung Wisata Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Bunga langka ini ditemukan mekar di Spot 2 lokasi wisata Air Terjun Palak Siring, dan menjadi mekarnya Rafflesia ke-22 sepanjang tahun 2025, sekaligus tercatat sebagai bunga penutup tahun 2025 di Bengkulu Utara. Ketua Kelompok Pecinta Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Utara, Bara, menjelaskan bunga tersebut mulai mekar pada Rabu, 24 Desember 2025, dan saat ini telah memasuki usia hari ketiga sejak mekar sempurna. <img class="alignnone wp-image-10080" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-26-at-14.11.54-1-300x225.jpeg" alt="" width="691" height="518" /> “Bunga Rafflesia Kemumu Ensis ini mekar sejak Rabu kemarin. Umurnya sekitar tiga hari, dan masih bisa dinikmati hingga besok, sebelum layu dan mati,” ujar Bara, Jumat (26/12). Bara menyebutkan, momen mekar di akhir tahun ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata alam, terutama di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru. “Kami berharap kehadiran Rafflesia ini bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Kampung Wisata Kemumu, tentu dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi,” jelasnya.<!--nextpage--> Selain bunga yang tengah mekar, KPPL Bengkulu Utara juga mencatat adanya satu bonggol Rafflesia lain yang diperkirakan akan mekar pada awal Januari 2026. Bunga tersebut akan menjadi Rafflesia pertama yang mekar di awal tahun 2026. “Masih ada satu bonggol yang berpotensi mekar di awal Januari. Jika sesuai perkiraan, itu akan menjadi bunga pembuka di tahun 2026,” tambah Bara. KPPL Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan rutin terhadap habitat Rafflesia guna menjaga kelestarian puspa langka yang dilindungi tersebut. Bara juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar turut berperan aktif dalam upaya pelestarian. “Kami mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian Rafflesia. Jangan merusak habitat, jangan menyentuh bunga, dan kami imbau pengunjung menggunakan jasa pemandu atau guide saat berkunjung,” tegasnya. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pengelola wisata, dan kelompok pecinta alam, diharapkan Rafflesia Kemumu Ensis tetap lestari dan terus menjadi ikon wisata alam Bengkulu Utara yang berkelanjutan.<!--nextpage--> <strong>(Novan Alqadri)</strong>